MARABAHAN- Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan, mengalokasikan anggaran Rp10 miliar untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Melalui alokasi tersebut, sebanyak 195 desa dan 6 kelurahan direncanakan menerima bantuan mesin pemadam kebakaran beserta perlengkapannya.
Bupati Barito Kuala, H Bahrul Ilmi menyampaikan hal itu saat mengundang para kepala desa dan lurah se-Kabupaten Barito Kuala dalam pertemuan membahas penanganan karhutla di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tabing Rimbah, Kecamatan Mandastana, Minggu (25/10/2026) malam.
H Bahrul Ilmi mengatakan, penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, terutama pemerintah desa dan kelurahan sebagai garda terdepan dalam upaya pencegahan serta penanggulangan kebakaran.
"Penanganan karhutla adalah tanggung jawab kita bersama. Alhamdulillah, melalui bantuan Presiden, Kabupaten Barito Kuala mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp10 miliar untuk penanganan karhutla,” ujarnya.
Ia menjelaskan, bantuan mesin pemadam beserta perlengkapannya direncanakan disalurkan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Barito Kuala. Bantuan tersebut diharapkan memperkuat kesiapsiagaan di tingkat desa dan kelurahan agar kebakaran dapat ditangani sejak dini sebelum meluas.
Selain dukungan sarana pemadam, H Bahrul Ilmi berharap setiap desa membentuk Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) sehingga masyarakat memiliki tim yang dapat bergerak cepat ketika terjadi kebakaran.
"Kita berharap masing-masing desa memiliki BPK, agar penanganan dini dapat dilakukan di tingkat desa masing-masing. Dengan begitu, api bisa segera ditangani sehingga tidak sampai meluas ke mana-mana,” katanya.
Kepala Desa Belandean, Elly Rahmah, mengapresiasi perhatian pemerintah daerah terhadap upaya penanganan karhutla melalui rencana bantuan mesin pemadam dan perlengkapan bagi BPK di desa-desa.
Menurutnya, dukungan sarana tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat sekaligus memperkuat koordinasi dan gotong royong antardesa dalam menghadapi ancaman kebakaran.
"Dengan adanya mesin pemadam dan kelengkapan peralatan ini, mudah-mudahan penanganan karhutla dapat dilakukan secara bersama-sama dengan mengedepankan semangat gotong royong,” ujar Elly.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Kuala, Slamet, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Batola, Mujib, Kepala Satpol PP Batola, M. Syarawi, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Batola, jajaran BPBD Batola, para camat, serta kepala desa se-Kabupaten Barito Kuala.
Pemda berharap penguatan sarana pemadam dan pembentukan BPK di tingkat desa dapat meningkatkan kesiapsiagaan serta mempercepat penanganan kebakaran di Kabupaten Barito Kuala. (ali/jp).









