KANDANGAN- Bupati Hulu Sungai Selatan, H Syafrudin Noor memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Kewilayahan Patuh Intan 2026 di halaman Polres HSS, Senin (26/10/2026). Operasi yang berlangsung selama 14 hari hingga 8 November 2026 tersebut bertujuan meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas serta menekan angka pelanggaran dan kecelakaan beserta fatalitas korbannya.
Apel gelar pasukan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) HSS dan jajaran instansi terkait sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan operasi di bidang lalu lintas.
Operasi Patuh Intan 2026 mengusung tema “Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman dan Berkeselamatan”. Dalam kegiatan tersebut, Bupati HSS membacakan sambutan Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan yang menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mematuhi peraturan lalu lintas.
Berdasarkan data evaluasi kecelakaan lalu lintas yang disampaikan dalam sambutan tersebut, jumlah kecelakaan di Indonesia turun dari 947 kasus pada 2024 menjadi 871 kasus pada 2025. Jumlah korban meninggal dunia juga menurun dari 389 orang menjadi 267 orang.
Meski demikian, jumlah korban luka berat meningkat dari 130 orang pada 2024 menjadi 139 orang pada 2025. Kondisi ini menunjukkan bahwa upaya meningkatkan keselamatan berlalu lintas masih perlu diperkuat melalui edukasi, pencegahan, dan penegakan hukum yang terukur.
Dalam pelaksanaan Operasi Patuh Intan 2026, personel diminta mengutamakan edukasi, sosialisasi, penyuluhan, dan imbauan kepada masyarakat secara masif serta tepat sasaran. Pelajar di lingkungan sekolah juga menjadi salah satu sasaran edukasi untuk menanamkan kesadaran berlalu lintas sejak dini.
Selain itu, personel diinstruksikan meningkatkan pelayanan dan pengaturan lalu lintas, terutama di titik rawan pelanggaran, kecelakaan, dan kemacetan serta kawasan dengan aktivitas masyarakat yang tinggi. Kolaborasi lima pilar keselamatan berlalu lintas bersama pemerintah daerah dan instansi terkait juga perlu diperkuat.
Pengawasan dan evaluasi pelaksanaan operasi turut menjadi perhatian. Personel juga diminta mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap yang dapat mengurangi jarak pandang dan meningkatkan risiko kecelakaan di jalan raya.
Dalam menjalankan tugas, seluruh personel diharapkan bersikap responsif, humanis, dan tegas serta mengutamakan keselamatan diri sendiri maupun masyarakat.
Melalui Operasi Patuh Intan 2026, diharapkan kepatuhan pengguna jalan semakin meningkat dan situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, serta kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas) semakin kondusif, khususnya di Kabupaten HSS.
Pemerintah Kabupaten HSS mendukung sinergi kepolisian, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam membangun budaya tertib berlalu lintas demi melindungi keselamatan masyarakat. (ari/jp).







