MARABAHAN- Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Pemkab Batola) terus menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak intrusi air laut. Memasuki hari ke-22 pelaksanaan, distribusi bantuan menyasar Desa Purwosari Baru, Kecamatan Tamban, Senin (12/10/2026).
Penyaluran bantuan tersebut melibatkan pemerintah daerah, PDAM Barito Kuala, dan Kodim 1005/Barito Kuala. Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Kuala, Selamat Riyanto, Ketua DPRD Barito Kuala, Ayu Dyan Liliana Sari Wiryono, jajaran Dewan Pengawas PDAM Barito Kuala, Camat Tamban, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah, unsur Kodim 1005/Barito Kuala, serta perangkat desa setempat.
Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Kuala, Selamat Riyanto, mengatakan penyaluran air bersih merupakan upaya bersama untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sekaligus mengurangi beban pengeluaran warga yang terdampak krisis air bersih.
"Bantuan air bersih ini merupakan langkah nyata pemerintah daerah untuk membantu mengurangi beban pengeluaran masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan dasar harian,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Barito Kuala, Ayu Dyan Liliana Sari Wiryono mengapresiasi respons pemerintah daerah dalam menangani krisis air bersih yang dialami masyarakat. Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban warga selama kondisi darurat berlangsung.
"Alhamdulillah, respons dari masyarakat sangat luar biasa terhadap program ini. Semoga bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban warga. Kami juga berharap krisis air bersih dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Barito Kuala dapat segera tertangani sehingga kondisi kembali pulih,” ungkapnya.
Pemkab Barito Kuala bersama pihak terkait akan melanjutkan penyaluran air bersih secara bertahap ke wilayah lain yang terdampak intrusi air laut. Langkah ini dilakukan untuk membantu memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi selama krisis berlangsung. (dsk/ali/jp).







