KUALA PEMBUANG- Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda mendorong aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Seruyan untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi dalam menjalankan tugas serta memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Hal itu disampaikan Wanda saat menutup Pelatihan Servant Leadership Batch 2 di Aula Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kuala Pembuang, Rabu (14/10/2026).
Bupati Wanda menegaskan, bahwa pelatihan kepemimpinan tersebut tidak boleh sekadar menjadi kegiatan formalitas. Para peserta diharapkan mampu menerapkan ilmu yang diperoleh untuk mengubah pola pikir dan budaya kerja, sekaligus meningkatkan kualitas kepemimpinan di lingkungan birokrasi.
Ia meminta para peserta tidak cepat puas dengan kemampuan yang dimiliki, tetapi terus mengembangkan potensi diri agar tidak terjebak dalam rutinitas pekerjaan.
"Saya berharap setelah pendidikan ini, Bapak dan Ibu tidak hanya berada pada level sistematis dalam mengelola, melaksanakan, bahkan memimpin satuan kerja, tetapi sudah berada pada level kreatif,” ujar Wanda.
Menurut Wanda, pengembangan kapasitas ASN harus berlangsung secara bertahap, mulai dari memahami tugas pokok dan fungsi, bekerja secara sistematis, hingga mampu menghasilkan gagasan kreatif dan inovatif.
Ia menekankan, inovasi tidak harus menunggu seseorang menduduki jabatan tertinggi. Setiap ASN dapat memulai perubahan dari tugas dan tanggung jawab masing-masing, sesuai kewenangan yang dimiliki.
Meski demikian, Wanda mengingatkan agar kreativitas dan inovasi tetap berpedoman pada peraturan yang berlaku, tujuan organisasi, serta visi dan misi pembangunan Kabupaten Seruyan.
"Setelah mengetahui apa itu kepemimpinan yang melayani, bagaimana berkomunikasi, berdialog, dan berinteraksi, kemudian melihat regulasi, tujuan organisasi, serta visi dan misi Bupati, di situlah tantangannya. Bapak dan Ibu harus kreatif dan inovatif,” pesannya.
Pelatihan Servant Leadership dirancang untuk membangun karakter kepemimpinan ASN yang berorientasi pada pelayanan, mengedepankan kepentingan masyarakat, serta mampu memperkuat kolaborasi dan sinergi antarpegawai.
Sejumlah peserta mengaku memperoleh perspektif baru melalui pelatihan tersebut, terutama mengenai pentingnya kolaborasi dan penerapan budaya melayani dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Melalui pelatihan Batch 2 ini, Pemkab Seruyan berharap para peserta dapat menjadi agen perubahan (agent of change) di organisasi perangkat daerah masing-masing. Peningkatan kapasitas kepemimpinan tersebut diharapkan turut mendorong efektivitas tata kelola pemerintahan, mempercepat penyelesaian persoalan, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat. (gan/jp).








