KUALA PEMBUANG- Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ketahanan keluarga, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Seruyan.
Penegasan tersebut disampaikan Ahmad Selanorwanda saat menghadiri pelantikan Ketua Tim Penggerak PKK (TP-PKK) dan Ketua Tim Pembina Posyandu Kecamatan, pengukuhan Ayah-Bunda Genre dan Ayah-Bunda Gentic se-Kabupaten Seruyan Tahun 2026, yang dirangkai dengan workshop Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) di Lapangan Tenis Indoor, Kuala Pembuang, Selasa (3/11/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), anggota DPRD, kepala organisasi perangkat daerah, para camat, pengurus TP-PKK, serta perwakilan pelajar tingkat SMP dan SMA.
Ahmad Selanorwanda menyampaikan bahwa pembangunan daerah tidak cukup hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur. Peningkatan kualitas SDM, penguatan ketahanan keluarga, dan pembinaan generasi muda juga harus menjadi prioritas.
Karena itu, ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah memperkuat koordinasi dan kolaborasi dengan TP-PKK, Posyandu, Genre, serta Gentic agar berbagai program pemberdayaan masyarakat, pelayanan kesehatan dasar, dan percepatan penurunan stunting dapat berjalan secara terpadu dan tepat sasaran.
"Jangan hanya mengukur keberhasilan dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi dari perubahan dan manfaat yang dirasakan masyarakat," tegasnya.
Bupati juga mengingatkan pentingnya akuntabilitas dalam penggunaan anggaran, pemetaan kebutuhan masyarakat di setiap kecamatan, serta evaluasi program secara berkelanjutan. Menurutnya, setiap kegiatan pemerintah harus memiliki target dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua TP-PKK Kabupaten Seruyan, Ny. Welduline Ahmad Selanorwanda, mengatakan pelantikan tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh pengurus dalam menjalankan 10 Program Pokok PKK.
Selain itu, TP-PKK juga berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan Posyandu melalui pemenuhan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), memperkuat edukasi kesehatan reproduksi bagi remaja, serta meningkatkan upaya pencegahan perkawinan usia anak.
Ia mendorong seluruh pengurus TP-PKK di 10 kecamatan untuk lebih aktif berkoordinasi dengan perangkat daerah, terutama dalam mendampingi keluarga berisiko stunting dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Pelantikan ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi awal komitmen dan tanggung jawab untuk menggerakkan program pemberdayaan keluarga," ujarnya.
Melalui pelantikan, pengukuhan, dan workshop tersebut, Pemerintah Kabupaten Seruyan berharap terbangun sinergi yang lebih kuat antara seluruh pemangku kepentingan, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan keluarga, meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, serta mempersiapkan generasi muda Seruyan yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing. (gan/jp).













