MARABAHAN- Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Pemkab Batola) memberikan penghargaan kepada 36 pemuda berprestasi dan 12 pemenang Lomba Inovasi Daerah Tahun 2026 dalam rangkaian peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-98. Penyerahan penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi pemerintah daerah terhadap kontribusi generasi muda dan masyarakat dalam mendorong kemajuan daerah.
Penghargaan diserahkan secara simbolis oleh Wakil Bupati Barito Kuala, H Herman Susilo bersama jajaran undangan kehormatan dalam upacara peringatan HSP ke-98 di halaman Kantor Bupati Barito Kuala, Senin (2/11/2026).
Upacara yang mengusung tema nasional “Patriot, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia” tersebut berlangsung khidmat dengan Herman Susilo bertindak sebagai pembina upacara.
Dalam amanatnya, Herman membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia yang mengingatkan kembali makna historis Sumpah Pemuda. Delapan puluh delapan tahun silam, para pemuda dari berbagai latar belakang mengikrarkan persatuan sebagai satu bangsa, satu tanah air, dan satu bahasa, Indonesia.
Pesan tersebut menekankan bahwa kemajuan Indonesia tidak cukup diukur melalui pembangunan infrastruktur, kecanggihan teknologi, maupun kekayaan sumber daya alam. Lebih dari itu, kemajuan bangsa harus dibangun melalui kualitas sumber daya manusia yang berkarakter, memiliki semangat kebangsaan, dan kepedulian sosial.
"Kita ingin membangun Indonesia yang maju. Namun, kemajuan sejati dimulai dari manusia. Dari karakter. Dari hati yang mencintai tanah air, dari jiwa yang tidak menyerah, dan dari kepedulian terhadap sesama,” demikian pesan Menpora yang dibacakan Herman.
Dalam sambutan tersebut juga ditekankan tiga nilai utama yang perlu menjadi karakter generasi muda Indonesia, yakni patriotisme, kegigihan, dan empati.
Patriotisme diwujudkan melalui kecintaan terhadap tanah air yang dibuktikan dengan pengabdian dan tindakan nyata. Kegigihan tercermin dari sikap pantang menyerah dalam menghadapi tantangan serta kemampuan bangkit dari kegagalan. Sementara empati diwujudkan melalui kepedulian terhadap kondisi dan kebutuhan sesama.
"Sebab patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya. Kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arahnya. Dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya,” lanjut Herman mengutip sambutan Menpora.
Melalui momentum peringatan HSP ke-98, generasi muda Barito Kuala juga didorong untuk berani bermimpi, bekerja keras, serta mengambil peran dalam pembangunan. Pemuda diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan untuk memimpin, tetapi juga kesediaan untuk melayani dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pemberian penghargaan kepada para pemuda berprestasi dan pemenang Lomba Inovasi Daerah menjadi salah satu bentuk dukungan Pemkab Batola terhadap pengembangan potensi, kreativitas, dan kontribusi masyarakat dalam pembangunan daerah.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Kuala, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala BNNK Batola, Kepala Kantor Kementerian Agama Batola, perwakilan Yon TP KSW, perwakilan Kompi 1 Batalyon A Pelopor, Ketua TP PKK Kabupaten Barito Kuala, Ketua KNPI Batola, serta pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) dan organisasi kepemudaan. (dsk/ali/jp).












