BREAKING NEWS

Rabu, 13 Mei 2020

Bupati Batola Berikan Bantuan Kepada Guru Ngaji, Kaum Mesjid

MARABAHAN- Bupati Barito Kuala. Hj Noormiliyani AS membagikan paket sembako kepada guru mengaji, pengurus dan anak-anak panti asuhan, serta kaum masjid di Kecamatan Tamban, Senin (11/05).

Dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dan jarak aman, masyarakat Desa Purwosari Baru, Kecamatan Tamban, tampak antusias menerima pembagian sembako yang berasal dari bantuan pribadi serta Yayasan Dompet Sedekah Peduli Batola binaan Noormiliyani, serta Yayasan Bunga Karamunting, dan Pemkab Batola.

Bantuan yang dibagikan terdiri 50 paket sembako berisi gula pasir, tepung terigu, susu kental manis, minyak goreng, dan sarung, 60 kg beras serta 6 duz indomie.

Tak hanya itu, Noormiliyani juga membagikan 90 amplop, masing-masing 45 lembar berisi Rp100 ribu yang bantuan dari Pemkab Batola, serta 45 lembar berisi Rp100 ribu dan Rp200 ribu bantuan yayasan dan pribadinya.

Di sela pembagian tersebut, mantan Ketua DPRD Provinsi Kalsel itu menceritakan, asal mula dibentuknya Yayasan Dompet Sedekah Peduli Batola.

Menurutnya, yayasan yang dibinanya itu terbentuk saat awal penyebaran Covid-19 di Batola.

"Tujuan dibentuknya yayasan, terang dia, untuk meng-cover guru-guru mengaji dan pengurus masjid yang tidak mendapat bantuan pemerintah," ucapnya.

Ia juga mengatakan, diberikannya bantuan bagi para guru mengaji, pengurus panti asuhan dan kaum mesjid, karena mereka juga terdampak akibat penyebaran Covid-19 lantaran tidak bisa beraktivitas yang membuat kehilangan penghasilan.

“Melalui Yayasan Dompet Sedekah Peduli Batola, maka dilakukan penggalangan dana dari pengusaha maupun masyarakat umum,” jelasnya.

Anak Gubernur Kalsel periode 1963-1969, almarhum H Aberani Sulaiman itu juga mengajak masyarakat untuk mengurangi keluar rumah kecuali dalam keadaan terpaksa.

Demikian pula saat melaksanaan ibadah, diharapkan cukup dilakukan di rumah. Lebih-lebih saat ini Batola akan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Jika PSBB benar-benar nanti diterapkan, maka seluruh pelaksanaan ibadah di tempat umum ditiadakan. Kalau pun diselenggarakan, maka masyarakat yang menuju dan pulang dari tempat ibadah harus menggunakan masker dan mencuci tangan,” tuturnya.

Bupati satu-satunya wanita di Kalsel itu juga mengajak masyarakat untuk mengambil hikmah dan pelajaran dari musibah ini, yang paling tidak bisa meningkatkan silaturahmi dan beribadah bersama keluarga.

Noormiliyani memohon doa kepada masyarakat sehubungan haulnya sang ayah almarhum H Aberani Sulaiman yang wafat tepatnya pada 18 Ramadhan 19 tahun silam, pungkasnya.(hmp-batola/jp).

Share Berita :

 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes