TAMIANG LAYANG - Warga Desa Simpang Bingkuang, Kecamatan Paku, Kabupaten Barito Timur menikmati manfaat embung pertanian yang dibangun di desa tersebut terutama saat memasuki musim kemarau.
Kepala Desa Simpang Bingkuang, Awatno Dawau, mengatakan, bahwa pada saat curah hujan berkurang seperti saat ini, embung yang dibangun menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Pertanian tahun anggaran 2019 tersebut masih mampu mengaliri lahan sawah di kawasan seluas 10 hektare.
"Oleh karena itu, kami akan mengupayakan agar saluran irigasi dari embung tersebut ditingkatkan, sehingga dapat mengaliri bagian lahan yang belum terjangkau saluran irigasi," kata Awatno, Kamis (15/07/2020).
Meski belum berfungsi maksimal, kata Kades, ia bersama warga desa tetap bersyukur dengan adanya embung tersebut sehingga lahan di kawasan itu dapat dimanfaatkan sebagai sawah.
"Sebelum dibuatkan embung, kawasan ini kalau musim hujan tergenang air banjir tetapi pada musim kemarau kering, kalau sekarang tidak seperti itu lagi," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Barito Timur, Riza Rahmadi, meminta Kepala Desa dan Kelompok Tani Kakau Pamelum yang mengelola lahan di kawasan tersebut agar mengoptimalkan fungsi embung dan lahan yang ada untuk membuka sawah.
"Kita nanti akan bantu membuatkan lagi beberapa dam parit untuk penampung air agar semua lahan yang berpotensi dijadikan sawah di kawasan ini, dan bisa dimanfaatkan dengan baik," ujar Riza.
Saat ini pada embung tersebut sedang dibangun long storage yang merupakan bangunan penahan air yang berfungsi menyimpan air dari embung pada lahan yang relatif datar yang dilengkapi dengan pintu air untuk menahan aliran irigasi agar permukaan air naik dan volume tampungan meningkat sehingga dapat mengairi sawah yang lain.
"Pembangunan long storage dengan panjang 100 meter ini menggunakan DAK penugasan bidang pertanian tahun 2020 dengan nilai Rp 120 juta," jelasnya.(zi/jp).










