BREAKING NEWS

Rabu, 04 November 2020

Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Kalsel Kunjungi Kabupaten HST

BARABAI - Satgas Penanganan Covid-29 Kalsel dipimpin Plt Gubernur Kalsel, H Rudy Resnawan beserta Kapolda Kalsel Irjen Pol Nico Afinta serta Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Firmansyah melakukan Monitoring dan evaluasi (Monev) di Kabupaten HST, Rabu (4/11).

Kegiatan diawali kunjungan ke Tempat Karantina Khusus Gedung Eks Akper Murakata dan dilanjutkan dengan pertemuan dengan Bupati HST H A Chairansyah dan jajaran di Pendopo  Kab HST. 

Dalam kesempatan tersebut, Bupati HST H A Chairansyah memaparkan, bahwa hingga saat ini dana penanganan Covid-19 dari APBD Kabupaten HST, alokasi anggaran BTT Kabupaten HST untuk Covid-19 sebesar Rp66 milyar, dan RKB SKPD sampai dengan Triwulan IV sebesar Rp63 milyar, dengan perincian anggaran pencegahan Rp47 milyar, anggaran dampak ekonomi Rp7 milyar dan anggaran Dampak Sosial Rp9 milyar," katanya.

Terkait langkah strategis yang sudah dilaksanakan, H A Chairansyah menyampaikan, pelaksaanaan yustisi penegakan hukum protokol kesehatan bekerja sama dengan TNI, Polri, Kejaksaan, Pengadilan dan Instansi terkait lainnya, dengan sasaran pasar/pertokoan, tempat usaha/fasilitas umum, warung makan, cafe dan sejenisnya, Pedagang kaki lima, Tempat Wisata dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan, dan kegiatan tersebut dilaksanakan mulai tanggal 20 September 2020.

Disamping langkah tersebut, H A Chairansyah juga menyampaikan, bahwa pelaksanaan antisipasi dampak sosial dan ekonomi akibat covid-19 meliputi Kompensasi bagi masyarakat yang dikarantina khusus, bagi masyarakat terdampak, bagi masyarakat yang meninggal dimakamkan dengan protokol covid-19 dengan hasil PCR negatif. 

"Dan ada juga antisipasi dampak sosial dan ekonomi melalui Dinas Pertanian, BLT Dana Desa, Kepedulian Polri, Kepedulian TNI dan Sinergitas Tim Mediasi, Tim Evakuasi dan Tim Pemakaman," ujarnya.

Untuk giat Tracking, Testing dan Treatment per tanggal 31 Oktober 2020 dengan hasil pelaksanaan Tracking 5.421 orang, Testing Rapid test 4.961 orang, PCR 2.837 orang dan Treatment 661 orang," bebernya.

Plt.Gubernur Kalsel H. Rudy Resnawan, menilai sinergitas dan kolaborasi di Kabupaten HST berjalan dengan baik  tidak ada paksaan sesuai tupoksi masing-masing Instansi.

H Rudy Resnawan menyampaikan, cukup prihatin dengan kondisi kasus kematian covid-19 di Kabupaten HST tertinggi dibandingkan dengan Kabupaten lain se  Kalsel, untuk kendala Penanganan covid-19 di Kabupaten HST tidak jauh beda dengan Kabupaten lain.

Ia juga mengapresiasi penanganan Covid-19 di Kabupaten HST yang selaras dengan penanganan oleh Satgas penanganan Covid di  provinsi Kalsel.

“Saya harap Satgas Covid di Kabupaten  terus melakukan pengendalian penularan Covid, jangan sampai semangat malah kendor,” harap Rudy.

Rudy juga mengharapkan Kepada Dinas Kesehatan yang secara Teknis dilaksanakan oleh Puskesmas agar diperkuat tracking untuk melacak persebaran covid-19, Contact tracking dilakukan untuk mengetahui siapa saja yang telah bertemu dengan penderita covid-19, yang juga akan memudahkan petugas kesehatan untuk mengambil tindakan agar virus ini tidak menyebar semakin luas.

Ia juga menekankan, perlunya operasi yustisi dalam mendisiplinkan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan.

“Perlu juga melibatkan komunitas-komunitas untuk mengedukasi masyarakat akan pentingnya protokol kesehatan,” kata Rudy.

Kapolda Kalsel Irjen Pol Nico Afinta menyampaikan, apresiasi yang sudah dilaksanakan di Kabupaten HST, di mana sudah melaksanakan teori kerjasama meliputi komunikasi, koordinasi dan kolaborasi sehingga terjalin kerjasama yang baik dalam mengatasi Pandemi covid-19.

Selanjutnya Nico Afinta mengatakan, jajarannya sudah melaksanakan peningkatan kapasitas rumah sakit, rumah isolasi di SPN, kampung tangguh, operasi disiplin gabungan, pencegahan dan sosialisasi melalui komunitas, serta pendampingan untuk melakukan efisiensi anggaran. “Saya usulkan juga ada lomba inovasi penanganan Covid di Kalsel,” katanya.

Sedangkan Komandan Korem 101/Antasari Brigjen TNI Firmansyah menekankan pentingnya sinergitas dan perubahan perilaku masyarakat dalam penanganan Covid. 

“Kita sekarang untuk melakukan perubahan perilaku masyarakat di era adaptasi kebiasaan baru agar masyarakat menerapkan protokol kesehatan, jadi protokol kesehatan sampai jadi kebutuhan di masyarakat dan dapat merubah perilaku munuju langkah yang lebih baik, karena ini langkah penting memutus mata rantai penularan,” pungkasnya. (hus/hen/jp).

Share Berita :

 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes