BREAKING NEWS
#

Rabu, 30 Juni 2021

TMMD 111 Kodim 1009 Tanah Laut , Membelah Gunung, Membangun Negeri

Kalimantan Selatan- TMMD merupakan program terpadu lintas sektoral antara TNI dengan Kementerian, Lembaga Pemerintah Non Kementerian, Pemda, dan Komponen Bangsa lainnya.

Kegiatan itu, juga sebagai upaya untuk memberdayakan masyarakat dan desa dengan membangun dan merehab sarana dan prasarana wilayah dan fasilitas sosial/umum.

Kegiatan TMMD ke 111 Desa Tanjung, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan resmi dibuka oleh Bupati Kabupaten Tala, yang dihadiri oleh Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Firmansyah bersama dengan unsur Forkopimda, dan juga para tokoh agama serta tokoh masyarakat, yang dilaksanakan pada Selasa (15/6/2021) bertempat di Gedung Balairung Tuntung Pandang Pelaihari.

Desa Tanjung merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanah Laut. Desa ini merupakan yang tertinggal diantara desa-desa lain yang ada di Kabupaten Tanah Laut. Desa itu yang jauh dari pusat keramaian, merupakan daerah yang terpencil dengan kondisi geografis yang bervariasi.  

Jarak dari Ibu Kota Provinsi Kalsel, Kota Banjarmasin sekitar 90 km, dengan menempuh sekitar kurang lebih 3 jam. Pelaksanaan TMMD ke 111 Kodim 1009/Tanah Laut dilaksanakan mulai tanggal 15 Juni sampai dengan tanggal 14 Juli 2021.
Desa Tanjung mempunyai luas wilayah 196,30 Km², dengan jumlah penduduk 4,092 jiwa, terdiri dari laki-laki 2,114 jiwa dan perempuan 1,978 jiwa.

Adapun penduduk mayoritas suku jawa berjumlah 2.196 jiwa dan suku Banjar 1.965 jiwa. Mata pencaharian masyarakat mayoritas sebagai petani, dengan latar belakang pendidikan SD 20%, SMA 30 %, PT 10 %.

Secara Geografi luas wilayah Desa Tanjung terbagi dalam 6 dusun dan 25 RT dengan batas wilayah sebelah utara Desa Tebing Siring, selatan berbatasan dengan Desa Kiram, timur rangkaian Gunung Meratus, dan barat berbatasan dengan Desa Bajuin.

Adapun sasaran TMMD ke 111 yang dilaksanakan Kodim 1009/Tanah Laut adalah sasaran fisik dan non fisik.

Untuk sasaran fisik berupa pembuatan jalan sepanjang 7.200 meter dengan lebar 6 meter, sebagai jalan pendekat  yang menghubungkan dua kabupaten yaitu Kabupaten Tanah Laut dengan Kabupaten Banjar. Jalan yang semula merupakan jalan setapak dan akan dibuka menjadi jalan yang dapat dilalui kendaraan roda 4.
Sasaran fisik lainnya yaitu, pembuatan  12 jembatan box culvert, bedah rumah tidak layak huni, rehab mushola dan rehap TK Al Quran.

Tidak hanya itu, terdapat juga bedah 1 buah rumah milik masyarakat setempat, agar memenuhi syarat kesehatan dengan ukuran 6m x 7m atas usulan masyarakat, dan juga pemerintah daerah, yakni milik Arbaiyah, (82 tahun).

Sedangkan untuk sasaran non fisik, dilaksanakan penyuluhan wawasan kebangsaan, penyuluhan pertanian, penyuluhan perikanan, penyuluhan kehutanan, sosialisasi penanggulangan bencana alam, Posyandu, Posbindu, dan Stunting.

Selain itu, juga sosialisasi penyuluhan Narkoba, Perpustakaan Keliling, penyuluhan KB kesehatan dan sosialisasi rekrutmen TNI serta kegiatan Bakti Sosial berupa pengobatan gratis, donor darah, pelayanan KB, sunatan masal dan bazar.

Jika dilihat dari aspek out put, kegiatan sasaran fisik TMMD ke 111 Kodim 1009/Tanah Laut di bidang perekonomian mempunyai tujuan untuk mempermudah distribusi hasil pertanian, dan meningkatkan kesejahteraan (mengurangi biaya produksi).

Bidang Pendidikan memberi kesempatan untuk melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Bidang Kesehatan menciptakan lingkungan yang sehat menuju kepada produktivitas kerja.

Secara Kualitas Hidup meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan YME dengan keleluasaan beribadah.

Sementara untuk sasaran non fisik, tujuannya untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat agar ikut berpartisipasi aktif dalam memutus mata rantai penyebaran virus COVID-19, termasuk dalam pelaksanaan vaksinasi,           menyadarkan masyarakat akan bahaya, dan aktif dalam upaya tangkal radikalisme.

Kemudian, dapat meningkatkan produksi pertanian dengan memanfaatkan teknologi tepat guna, memperbesar peluang tingkat kelulusan dalam proses rekrutmen TNI, menyadarkan masyarakat akan peranannya dalam pencegahan dan penanggulangan bencana, serta menyadarkan masyarakat akan bahaya dan aktif dalam upaya tangkal radikalisme.

Danrem 101/Antasari menyampaikan, bahwa program TMMD ini tercipta akselerasi kecepatan pembangunan daerah.

Selain itu, juga membuka daerah-daerah yang terisolir yang sekian lama tidak tersentuh.

"Tentunya jalan yang dipilih merupakan hasil musyawarah dari masyarakat, karena inti pelaksanaan TMMD Bottom Up keinginan dari rakyat ke bawah  yang diakomodasi disampaikan ke atas dirapatkan, diputuskan dan sekarang kita laksanakan,” ucapnya.

"Dengan adanya jalan tembus ini, Insya Allah nilai tambah yang akan diperoleh masyarakat semakin banyak, terutama untuk memangkas waktu untuk perjalanan dan nantinya menjadi jalur khusus yang menghubungkan berbagai wilayah yaitu, Kabupaten Tanah Laut dan Kabupaten Banjar," imbuhnya.

Menurutnya, jalan ini juga merupakan alternatif apabila dikaitkan dengan pertahanan keamanan. "Jika terjadi bencana alam maupun gangguan dari pihak luar," pungkasnya.

Pelaksanaan TMMD ke-111 Kodim 1009/Tanah Laut hingga hari ke 15 tanggal 30 Juni 2021 sasaran fisik pembuatan badan jalan 7.200 meter mencapai 59 %, pemasangan box culver mencapai 65 %, Rehab TK Al Qur’an mencapai 64 %, Rehab rumah tidak layak huni 63 % dan rehab Masjid mencapai 66 %, dengan melibatkan personel nyata dilapangan TNI AD 117 orang, TNI AL 3 orang, TNI AU 2 orang, Polri 12 orang, Pemda 16 orang dan masyarakat sekitar 50 orang. (qi/li/jp).

Share Berita :

 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes