BREAKING NEWS
https://picasion.com/

Sabtu, 05 Maret 2022

Hidayattulah Muttaqin : Nyawa Manusia Ada Di Garis Depan

BANJARMASIN- Pandemi COVID-19 di Indonesia telah berjalan dua tahun. Selama itu sudah 5,63 juta penduduk yang dikonfirmasi positif COVID-19 dan 149 ribu di antaranya meninggal dunia, Sabtu (5/3/2022).

Hidayattulah Muttaqin sebagai salah satu bagian dari tim pakar COVID-19 menyebutkan, persoalan awal pandemi  ini adalah ketidakseriusan Pemerintah Pusat melakukan tindakan pencegahan sebelum COVID-19 masuk ke Indonesia dan menyebar ke seluruh provinsi.

Menurutnya, pertengahan tahun 2020 Pemerintah Pusat mengeluarkan kebijakan pelonggaran yang bernama "new normal". Pelonggaran itu memicu pandemi semakin tidak terkendali dan menimbulkan biaya penanganan yang lebih besar.  

"Selama tahun 2020 tersebut, tercatat 743 ribu orang dinyatakan positif COVID-19, 611 ribu sembuh dan 22 ribu meninggal dunia," tutur Taqin sapaan akrabnya sehari-hari.

Semuanya terjadi karena mobilitas penduduk meningkat dan terjadilah percepatan penyebaran virus Corona antar daerah mulai awal tahun 2021. Pada periode tersebut penularan COVID-19 Nasional sudah menembus 10 ribu kasus per hari.

Walaupun di 2021 pemerintah mulai menerapkan PPKM, pelonggaran tetap dilakukan di tengah tingginya kasus dan naiknya mobilitas penduduk paska liburan panjang Idul Fitri. Alhasil, berbagai varian masuk dari Alpha sampai Omicron.

Taqin menyebutkan, saat puncak Gelombang Delta terjadi krisis layanan rumah sakit, salah satunya tabung oksigen.

"WHO sudah membeberkan bahwa akan ada ancaman varian selanjutnya. Memang benar adanya varian baru hadir yakni Omicron dan ini menjadi variant of concern," ungkap Dosen yang tahun kelahirannya 1979.
 
Menurutnya, sejak Januari hingga 2 Maret 2022, sebanyak 1,37 juta warga dikonfirmasi positif COVID-19 dan 4.942 dilaporkan meninggal dunia.

"Mari kita pahami bersama tentang penanganan pandemi COVID-19 tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan tetapi juga aspek ekonomi. Tetapi kita harus menempatkan keselamatan nyawa manusia di garis depan," tutupnya. (mi/jp).

Share Berita :

 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes