BREAKING NEWS
https://picasion.com/

Rabu, 07 September 2022

Wali Kota Banjarmasin Launching Dapur Sehat Untuk Tanggulangi Stunting

BANJARMASIN- Wali Kota Banjarmasin, H Ibnu Sina meresmikan kampung Keluarga Berkualitas (KB) Kampung Baiman, sekaligus menggelar launching Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) serta menyerahkan bantuan Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS), di Siring Makam Sultan Suriansyah, Kelurahan Kuin Utara, Kecamatan Banjarmasin Utara, Selasa (6/9).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Kepala BKKBN Republik Indonesia (RI), Dr (HC) dr Hasto Wardoyo, So.OG (K) dan sejumlah Pimpinan Forkompinda Kota Banjarmasin serta SKPD terkait di lingkungan Pemerintah Kota Banjarmasin.

H Ibnu Sina menyampaikan, Kota Banjarmasin terus berupaya menanggulangi stunting. Salah satunya dengan melaunching sejumlah Dapur Sehat (Dashat) pada masing-masing Kelurahan. 

Ia mengungkapkan program Dapur Sehat itu merupakan pemenuhan gizi terhadap anak usia dini dan Ibu Hamil. Program Dashat adalah sebuah gagasan dari kolaborasi Pentahelix ABCGM yang melibatkan para Akedemisi, Bisnis, Community, Government, Media.

"Hari ini sudah ada 31 Kelurahan yang punya kampung KB (kampung baiman), dari 52 Kelurahan yang ada di Kota Banjarmasin," ucap H Ibnu Sina.

H Ibnu Sina berharap dengan adanya Kampung Berkualitas serta program Dapur Sehat yang telah dilaunching tersebut dapat mengurangi angka Stunting di Kalimantan Selatan khususnya di Kota Banjarmasin.

"Mudahan dengan adanya dapur sehat ini dapat mengurangi angka Stunting di Kota Banjarmasin," harapnya.

Sementara itu, Hasto Wardoyo menyampaikan dalam rangka upaya merealisasikan turunnya angka Stunting tersebut.

Dia berpesan kepada seluruh pihak untuk dapat memenuhi makanan yang bergizi seimbang serta tidak melakukan trend pernikahan usia dini yang menyebabkan tak hanya membuat bayi menjadi pendek, stunting pun membuat intelektual dan kesehatan anak nantinya terganggu.

"Ketika stunting itu punya konsekuensi 3 yakni stunting pasti pendek, tapi pendek belum tentu stunting, kemudian kemapuan intelektualnya hilang atau terganggu, dan ketika sudah tua sekitar usia 40 hingga 45 akan sering merasa sakit-sakitan," tutupnya. (prkpmd/jp).

Share Berita :

 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes