BREAKING NEWS

Selasa, 04 Oktober 2022

Tanah Longsor dan ROB, Dinsos Kalsel Terus Mewaspadainya

BANJARMASIN- Kejadian Tanah Longsor di Desa Bulukuning, Kecamatan Sungai Durian, Kabupaten Kotabaru yang terjadi Senin (26/9) pada pukul 23.00 wita ada 12 orang korban meninggal dunia. 10 orang ditemukan Tim SAR Gabungan dan Dinas Sosial Kalsel atas perintah Gubernur Kalsel untuk segera melakukan evakuasi dan bantuan tanggap darurat. 

Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kalsel, H Achmadi S.Sos, Senin (3/10) mengatakan, pihaknya mengirimkan 4 orang personel yang menguasai Requer atau pertolongan yang ditugaskan.

"Akses menuju lokasi kurang lebih dari Desa lokasi pertama atau Posko Utama kurang lebih 5 jam perjalanan kaki. Tidak ada sarana lain, kecuali jalan kaki dan menggunakan sepeda motor. Itupun juga terbatas. Oleh karena itu, kami menugaskan kawan-kawan Tagana untuk ke lokasi bencana dan Alhamdulillah sore Minggu kemarin (2/10) ditutup, selesai tugas kemanusiaan dalam rangka untuk pencarian, pertolongan dan evakuasi,” ungkap Achmadi.

Korban yang ditemukan 10 orang dan sisa 2 orang yang masih berada di reruntuhan tanah di Gunung Kura-kura Satu yang dianggap telah tewas. Hal ini dikarenakan Tim SAR Gabungan telah memutuskan dibawah koordinasi Basarnas dan Polres Kotabaru untuk pencarian hari ke 5 diputuskan untuk dihentikan. 

Luka-luka 6 orang diselamatkan, diamankan dan diinapkan dirawat di Rumah Sakit di Kotabaru dan di Batulicin. 

Kejadian yang diakibatkan longsor dan hujan terus menerus di lokasi, diputuskan untuk dihentikan karena lokasi atau tanah yang labil dan kemungkinan susulan. 

Dua orang korban diperkirakan berada di kedalaman yang tidak tahu persis di mana lokasinya dan tidak mungkin dilakukan pencarian kembali. Karena ada batas waktu sesuai prosedur Basarnas dan bilamana mengkahawatirkan Tim Gabungan SAR, maka itu dihentikan.

Saat penyelamatan 3 jam perjalanan menggotong. Dari dua tempat bersambut. Dari tempat penemuan pertama dibawa 3 jam, kemudian disambut lagi Tim selama 3 jam sampai dengan ke lokasi Posko Utama di Desa Bulukuning.

Turun naik melakukan pertolongan dengan jalan kaki, kemudian naik 5 jam dari Posko Utama di Bulukuning menuju Gunung Kura-kura 5 jam jalan kaki. 

"Kalau menggunakan sepeda motor cukup berat dan biayapun cukup berat dengan biaya Rp500 ribu 1 orang 1 kendaraan 1 kali berangkat dan pulangnya kembali 500 ribu rupiah lagi. Terlalu mahal," ujarnya.

Sehingga kata dia, sepakat memutuskan, TIM SAR Tagana dengan Tim Basarnas jalan kaki sampai ke lokasi. 

"Bila menemukan korban, dibawa dengan cara estafet 3 jam pertama dan dilanjutkan 3 jam kedua, karena situasinya hutan lindung, hutan belantara yang dilewati dengan akses jalan sangat terbatas. Resiko yang harus ditempuh. Namun tidak ada kendala berarti ketika menggotong para korban bencana tanah longsor ke lokasi Pos Utama yang berada di Desa Bulukuning, Kecamatan Sungai Durian," ujarnya.

Selain melakukan evakuasi, lanjut H Achmadi, Dinas Sosial juga memberikan bantuan tanggap darurat yang diberikan kepada petugas untuk makanan, terdiri dari petugas evakuasi, petugas gabungan ditambah dengan warga masyarakat sekitar yang melakukan evakuasi, termasuk para keluarga korban yang masih berada di lokasi untuk diberikan bantuan. 

Persediaan makanan yang disiapkan sampai 7 hari. Sisa makanan masih cukup banyak yang diserahkan ke Kecamatan Sungai Durian yang merupakan Lumbung Sosial yang didirikan tahun 2021. Saat kejadian pertama kali, maka bantuan pertama diberikan melalui Sungai Durian untuk petugas dan keluarga yang terdampak longsor.

"Lokasi tanah longsor memang lokasi penambangan emas illegal. Tapi karena ini manusia yang kita tangani, kita gerak cepat atas perintah Gubernur kita melakukan evakuasi termasuk juga bantuan tanggap darurat, utamanya makanan, selimut dan terpal untuk bantuan pertama," terang H Achmadi.

Informasi Polres Kotabaru, mulai Senin (3/10) lokasi penambangan emas illegal itu tidak boleh lagi aktifitas kegiatan dan bahkan akan diratakan. Tidak boleh lagi ada pemukiman. Apalagi untuk mendulang mencari emas oleh masyarakat umum.

"Pada saat kejadian, korban sudah berada di rumah. Tapi karena berada di pinggir lereng gunung, maka turunan tanah longsor yang tingginya 30-40 meter di Gunung Kura-kura satu itu menimpa rumah-rumah sementara mereka yang mendulang emas dilokasi tersebut," terang H Achmadi.

Menyinggung Banjri ROB yang diprediksi BMKG Kalsel, Achmadi menegaskan, tentang kesiapsiagaan yang tetap harus dilaksanakan. Siap siaga untuk selamat. Artinya masyarakat dengan diberitahukan hal ini dan diberikan edukasi kepada masyarakat. Lokasi-lokasi Kampung Siaga Bencana dan Lumbung Siaga Bencana Dinas Sosial disiagakan di lokasi-lokasi bencana yang memang masyarakat berada di pinggir-pinggir sungai, utamanya di Kotabaru, Tanah Bumbu, Tanah Laut, Barito Kuala dan Banjarmasin.

"Ini sudah kita antisipasi. Kalaupun datang juga seperti itu (Banjir Rob) kita hadapi dengan tenang dan sabar. Kewaspadaan tetap tinggi. Jangan sampai nanti ada terjadi korban. Utamanya dari sengatan aliran listrik. Jajaran Pemda Provinsi Kalsel melalui Dinas Sosial sudah kita perintahkan kita harus memperkuat, baik melalui pelatihan peningkatan kapasitas sebagai anggota Tagana, baik juga peningkatan kapasitas Kampung Siaga, Lumbung Sosial juga kita perkuat. Beberapa daerah kita isi lumbung-lumbung sosial itu berupa makanan, peralatan keluarga dan lain-lain, kita siapkan di Lumbung-lumbung Sosial yang kita anggap rawan banjir ROB,” ungkap Achmadi.

Disebutkannya, air mulai kemarin sudah mulai tinggi di Banjarmasin, apalagi ditambah adanya hujan. Namun, diharapkan dengan adanya gelombang pasang, ROB bisa mengecil dan tidak ada turun hujan.

"Yang kita khawatirkan adanya turun hujan yang cukup deras dengan durasi yang cukup lama. Ini akan memperlambat air turun. Kemudian pasang air laut juga menahan daripada laju turunnya air dari hujan itu sendiri di daerah hulu sampai dengan hilir. Mudah-mudahan di hilir ini tidak terjadi gelombang pasang yang cukup terlalu tinggi,” kata Achmadi menambahkan.

Dikatakannya, antisipasi tersebut dilakukan utamanya di daerah pinggiran beberapa Kabupaten termasuk juga Banjarmasin. Peralatan juga terus disiapkan, termasuk menyiapkan bantuan-bantuan logistik. Mau tidak mau, bencana kapan saja terjadi  dan kesiapsiagaan sanagat penting dan harus terus digelorakan, termasuk kepada masyarakat untuk menyiapkan tas-tas siaga bencana mulai sekarang.

"Tas ini berisi peralatan. Ada alat komunikasi seperti HP. Cargernya. Berkas-berkas surat-surat penting yang bisa digunakan. Termasuk obat-obatan pribadi yang bisa dipergunakan ketika terjadi pengungsian. Air cukup dalam, cukup tinggi yang melanda di beberapa daerah. Utamanya Kotabaru, Tanah Laut, Tanah Bumbu, Barito Kuala dan Banjarmasin harus diantisipasi mulai sekarang,” pungkasnya. (jun/jp).

Share Berita :

 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes