BREAKING NEWS
https://picasion.com/

Sabtu, 26 November 2022

Dinas PTPH Batola Lakukan Gerakan Pengendalian Penyakit Tungro di Desa Belandean

ALALAK- Akibat serangan hama tungro, petani warga Desa Belandean, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, mengeluh gagal panen tahun 2022 ini.

Menyikapi hal itu, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Barito Kuala bersama Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Alalak, POPT Kecamatan Alalak, Lab PHP Sungai Tabuk, dan PPL Desa Belandean melakukan gerakan pengendalian (Gerdal) Penyakit Tungro dan Penyemprotan Herbisida Pra Tanam dan Pentraktoran Massal, Hama Wereng Hijau. Kegiatan dilaksanakan, Kamis (24/11) di Ray 4 Desa Belandean.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Bariro Kuala, Murniati mengatakan, bahwa beberapa tahun terakhir ini petani di Kabupaten Barito Kuala mengalami musibah. Yaitu pada tahun 2020 saat tanam petani mulai berbuah sebagian wilayah mendapat musibah banjir.

Kemudian tahun 2021 saat petani menyemai padi, kembali terjadi musibah banjir, dan pada saat itu kesulitan mendapatkan bibit karena tergenang banjir, dan pada 2022 dapat musibah lagi yaitu terserang penyakit Tungro, sehingga mengakibatkan para petani ada yang gagal panen dan juga hasil panennya menurun.

"Maka dari itu, kami dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura menghimbau dan mengajak kepada para petani untuk bersama-sama mengatasi pencegahan penyakit tungro yang melanda sawah petani saat ini, dan mari kita lakukan pencegahan dengan gerakan pengendalian melakukan penyemprotan untuk membunuh hama wereng hijau saat pra tanam oleh petani, agar saat tanam nanti tidak terserang lagi penyakit tersebut,” ucap Murniati.

Ditempat yang sama, Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Alalak, Kaswariadi, S.Pt, menambahkan, pihaknya sangat prihatin apa yang dialami para petani saat ini, karena gagal panen akibat serangan hama wereng hijau atau penyakit tungro.

"Mudah-mudahan dengan adanya penyuluhan dan gerakan pengendalian yang kita laksanakan di Desa Belandean ini dapat mengatasi serangan penyakit tersebut," kata dia.
Ia juga mengajak, untuk bersama-sama para petani melakukan gerakan tersebut, tidak hanya dari dinas maupun BPP setempat saja, tetapi para petani pun harus melaksanakan gerakan pencegahan serangan hama wereng hijau tersebut.

"Agar para petani pada tahun mendatang dapat panen dengan maksimal dan terhindar dari segala macam penyakit,” harap Kaswariadi.

Sementara itu, Koordinator Fungsional BPTPH Provinsi Kalsel, Lintong Banjarnahor, S.P menjelaskan, bahwa penyakit Tungro ini sering kali disebabkan hama wereng hijau yang menyerang tanaman milik para petani, sehingga menular kemana-mana.

"Maka dari itu, pada hari ini dengan obat-obat yang sudah di siapkan untuk kita melakukan gerakan pengendalian hama penyakit bersama para petani Desa Belandean," kata dia.

Ia menuturkan, pihaknya dari BPTPH Kalsel siap mendukung apa yang diinginkan dari para petani, dengan tujuan dan harapan agar para petani bisa terbantu dan hasil produksi petani pun bisa meningkat.

"Kedepannya sawah pertanian warga terhindar dari segala macam penyakit, melalui gerakan pengendalian hama penyakit," ungkap Lintong.

Kades Belandean, Elly Rahmah mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kepedulian dari Dinas PTPH Batola, BPP Kecamatan Alalak, serta pihak Lab PHP Sungai Tabuk, dan BPTPH Provinsi Kalsel, yang mana hari ini bersedia hadir meluangkan waktunya untuk memberikan penyuluhan serta bimbingan dan pemberian obat-obatan untuk para petani yang ada di desanya.

"Mudah-mudahan melalui gerakan pengendalian (Gerdal) penyakit Tungro di Desa Belandean ini, kedepan hasil produksi petani dapat kembali normal dan tingkat partisipasi para petani pun untuk melakukan pencegahan lebih antusias,” jelas Elly Rahmah. 
Ketua Gapoktan Desa Belandean, Jumadin menjelaskan, bahwa tahun 2022 ini, sebagian petani di Desa Belandean mengalami gagal panen.

"Biasanya lahan 50 burungan yang ditanami mendapatkan gabah kering 500 belik, namun tahun ini hanya dapat memanen 40 belik saja. Bahkan, patalnya ada yang gagal panen," kata Ketua Gapoktan Desa Belandean, Jumadin.

Jumadin berharap, dengan adanya gerakan ini, nantinya hasil tani warga Desa Belandean dapat kembali seperti sediakala.

"Harapan kita semua agar hasil pertanian dapat kembali seperti sediakala, bahkan meningkat lagi nantinya," jelas Jumadin. (ali/her/jp).

Share Berita :

 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes