BREAKING NEWS
https://picasion.com/

Sabtu, 03 Desember 2022

Gelorakan Revolusi Hijau, Dishut Kalsel Kembali Tanam Dan Pelihara Pohon Ekaliptus Pelangi

BANJARBARU- Sebelum memulai aktifitas pekerjaan kantor Tim gabungan dari Dishut Provinsi Kalsel, Balai Perbenihan tanaman Hutan, dan Polisi Kehutanan melakukan penanaman atau pemeliharaan tanaman Ekaliptus Pelangi lanjutan yang berlokasi di tanah Pemprov Kalsel di Jalan Ambulung samping BP-PAUD dan DIKMAS Kalimantan Selatan, Jumat (2/12). 

Kegiatan penanaman dan pemeliharaan tanaman itu rutin dilaksanakan Dishut Kalsel setiap hari Kamis dan Jumat dalam rangka mendukung Program Revolusi Hijau yang telah dicanangkan Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor sejak tahun 2017.

Kegiatan tersebut dipimpin Kabid PKSDAE (Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem) Dishut Kalsel, Panjta Satata.

Setelah berkumpul dilokasi dan pembagian tugas kepada semua personel gabungan tersebut. Dengan alat yang sudah dibawa personel dari rumah masing-masing seperti cangkul, parang, dan gunting tanaman semua personel langsung meluncur kelokasi penanaman atau pemeliharaan tanaman.

"Hari ini kita kembali melaksanakan agenda rutin penanaman dan pemeliharaan tanaman, karena kita sebagai pelopor utama untuk menyukseskan program Pemerintah Provinsi Kalsel Revolusi Hijau. Saya harap pelaksanaan kegiatan hari ini dengan semangat Revolusi Hijau para rimbawan demi terciptanya lingkungan hidup yang lebih baik lagi," kata Panjta Satata.

Para personel sangat bersemangat dalam kegiatan kali tersebut, dengan menggunakan sepatu boots semua berpencar dikawasan tanah Pemprov Kalsel di Jalan Ambulung samping BP-PAUD dan DIKMAS Kalimantan Selatan sesuai arahan yang sudah diberikan. 

Dalam kegiatan tersebut, lebih tertuju kepemeliharaan tanaman seperti Penyulaman, Pendangiran, dan Pemupukan tanaman dilakukan agar tumbuh bibit pohon bisa maksimal.

Sampai selesai, sekitar 700 bibit pohon Ekaliptus Pelangi berhasil ditanam personel dan terdapat 2 bibit pohon Ekaliptus Pelangi terdahulu yang harus disulam kembali karena tidak dapat tumbuh atau mati. (dsht/jp).

Share Berita :

 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes