MUARA TEWEH- Kabupaten Barito Utara kembali dipercaya menjadi tuan rumah Festival Tandak Intan Kaharingan (FTIK) XII Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah, yang akan digelar pada 23–27 November 2025 di Kota Muara Teweh. Kepercayaan ini disambut antusias oleh DPRD Barito Utara karena dinilai memiliki nilai strategis bagi pelestarian budaya serta pembinaan keagamaan umat Hindu Kaharingan.
Anggota DPRD Barito Utara dari Fraksi Partai NasDem, Hj Nety Herawati, menegaskan bahwa penyelenggaraan festival ini harus menjadi perhatian serius semua pihak. Menurutnya, FTIK bukan sekadar agenda seremonial, tetapi memiliki makna penting dalam memperkuat keimanan sekaligus mewariskan nilai-nilai budaya lokal kepada generasi muda.
"Kami sangat mendukung Barito Utara menjadi tuan rumah Festival Tandak Intan Kaharingan. Acara ini penting untuk pembinaan keagamaan umat Hindu Kaharingan dan pelestarian warisan budaya lokal agar tetap hidup dan bisa diwariskan kepada generasi mendatang,” ujarnya di Muara Teweh, Selasa (25/11/2025).
Lebih jauh, Nety menilai festival ini juga menjadi wadah untuk memperkuat rasa persaudaraan serta meneguhkan jati diri masyarakat Dayak.
"Festival ini juga sarana untuk memperkuat keimanan umat Hindu Kaharingan, mempererat persaudaraan, dan menguatkan identitas masyarakat Dayak,” tambahnya.
Dengan pengalaman sukses penyelenggaraan MTQH sebelumnya, DPRD berharap FTIK XII di Barito Utara tidak hanya berlangsung meriah, tetapi juga memberi nilai tambah bagi masyarakat, baik dari sisi pendidikan budaya, toleransi antaretnis, maupun peningkatan ekonomi kerakyatan.
DPRD menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, tokoh adat, Kementerian Agama, komunitas lokal, serta masyarakat dalam menyukseskan acara tersebut. Dengan kolaborasi yang kuat, Barito Utara dinilai siap tampil sebagai ikon pelestarian budaya dan toleransi umat beragama di Kalimantan Tengah. (rml/jp).















