TAMIANG LAYANG- Di tengah fluktuasi harga pangan yang melanda berbagai daerah di Indonesia, Kabupaten Barito Timur justru menunjukkan kondisi yang relatif stabil.
Hal ini terungkap dalam Rapat Pengendalian Inflasi yang digelar Pemerintah Kabupaten Barito Timur secara daring melalui Zoom Meeting di Ruang Rapat Wakil Bupati, Senin (19/1/2026).
Rapat yang dipimpin Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Bartim, Amrullah, tersebut membahas perkembangan Indeks Perkembangan Harga (IPH) hingga Minggu Ketiga Januari 2026 berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan.
Dari hasil pemantauan, Barito Timur tercatat sebagai salah satu daerah dengan kondisi harga kebutuhan pokok yang stabil di Kalimantan Tengah.Stabilitas ini menjadi catatan positif di tengah dinamika nasional, di mana sebanyak 12 provinsi mengalami kenaikan IPH akibat lonjakan harga komoditas strategis seperti bawang merah, bawang putih, cabai rawit, daging ayam ras, dan minyak goreng.
Sementara itu, 25 provinsi lainnya justru mengalami penurunan IPH dibandingkan bulan sebelumnya.
Pemerintah Kabupaten Barito Timur menilai capaian tersebut merupakan hasil dari koordinasi lintas sektor serta pemantauan pasar yang dilakukan secara rutin.
Upaya ini dinilai penting untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman di tengah potensi tekanan inflasi.Ke depan, Pemkab Bartim menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat langkah pengendalian inflasi daerah melalui sinergi antar OPD dan pemangku kepentingan, sehingga stabilitas harga dapat terus terjaga dan memberikan kepastian bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. (zi/jp).
