BREAKING NEWS

Jumat, 30 Januari 2026

Ikan Liar Mati Massal di Perairan Dangkal Desa Kali Napu Diduga Akibat Racun Pembusukan Tumbuhan

TAMIANG LAYANG- Sejumlah ikan liar ditemukan mati di perairan dangkal Sungai Lotek, tepatnya di wilayah perbatasan Dusun Panungku, Desa Lehai, Kecamatan Dusun Hilir Mengkatip, Kabupaten Barito Selatan, hingga Desa Tampulangit dan Desa Kali Napu, Kecamatan Paju Epat, Kabupaten Barito Timur. Kematian ikan tersebut diduga disebabkan racun alami dari pembusukan tumbuh-tumbuhan yang terendam air.

Koordinator Penyuluh Perikanan Kabupaten Barito Timur, Pardiono, menjelaskan bahwa fenomena tersebut berkaitan dengan perubahan debit air sungai.

"Awalnya debit air naik sehingga tumbuh-tumbuhan terendam. Saat ini air kembali surut dan terjadi pengadukan air serta lumpur. Lumpur yang teraduk itu diduga menghasilkan racun yang menyebabkan ikan mati,” kata Pardiono kepada wartawan melalui sambungan WhatsApp, Jum'at (30/1/2026).

Menurutnya, peristiwa serupa bukan kali pertama terjadi dan tergolong fenomena alam yang hampir rutin setiap tahun.

"Kejadian ikan mati seperti ini hampir setiap tahun terjadi,” ujarnya.

Pardiono memastikan kematian ikan tersebut tidak berdampak pada ikan yang dibudidayakan warga di keramba.

"Ikan keramba aman karena berada di debit air yang lebih dalam,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Desa Kali Napu, Hairollah, mengatakan peristiwa ikan mati tersebut pertama kali diketahui warga pada Rabu (28/1/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

"Hingga hari ini ikan mati masih ditemukan, namun jumlahnya sudah berkurang,” ujarnya.

Ia menegaskan, bahwa ikan yang mati seluruhnya merupakan ikan liar dan bukan berasal dari keramba milik warga.

"Tidak ada ikan keramba warga yang mati. Yang mati hanya ikan liar,” tegasnya.

Terkait penyebab kematian ikan, Hairollah menduga fenomena tersebut dipengaruhi perubahan iklim dan kondisi cuaca.

Terpisah, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Barito Timur, Abianhin, mengaku telah mengetahui peristiwa tersebut.

"Kami sudah mengetahui adanya ikan mati itu, baik dari media sosial maupun laporan masyarakat,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi melalui WhatsApp. (zi/jp). 

Share Berita :

 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes