TANJUNG- Pemerintah Kabupaten Tabalong menegaskan komitmennya membuka akses yang setara bagi lulusan Madrasah Aliyah (MA) di bawah naungan Kementerian Agama untuk mengikuti Program Seribu Sarjana.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Tabalong, Muhammad Noor Rifani, saat peringatan Hari Amal Bakti ke-80 Kementerian Agama yang digelar pada Sabtu, 3 Januari 2026 di halaman Kantor Kemenag Tabalong.
Bupati menyampaikan, bahwa saat ini Pemkab Tabalong tengah menyiapkan regulasi khusus guna mengakomodasi pemberian beasiswa bagi pelajar yang menempuh pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesetaraan akses pendidikan tinggi bagi seluruh lulusan sekolah menengah atas di Tabalong.
Meski regulasi tersebut masih dalam tahap penyusunan, Pemkab Tabalong telah membuka kesempatan bagi lulusan Madrasah Aliyah untuk mengikuti seleksi Program Seribu Sarjana, yang merupakan bagian dari Program Tabalong Smart. Program ini telah bekerja sama dengan sejumlah universitas ternama di Indonesia.
"Memang saat ini kami masih mencarikan regulasi terkait beasiswa bagi siswa-siswi di bawah naungan Kementerian Agama Tabalong. Namun, untuk beasiswa sarjana bagi SMA, kami juga mempersilakan anak-anak Madrasah Aliyah untuk ikut berkompetisi dan mengikuti tes yang dilaksanakan oleh universitas mitra Pemkab Tabalong,” ujar Muhammad Noor Rifani.
Ia menegaskan, melalui kebijakan ini, lulusan Madrasah Aliyah diharapkan memiliki peluang yang sama untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas diri, sekaligus berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia daerah.
Pemkab Tabalong berharap tidak ada lagi sekat antara lulusan sekolah umum dan keagamaan. Seluruh putra-putri daerah didorong memanfaatkan Program Seribu Sarjana sebagai bagian dari upaya mewujudkan Tabalong yang maju dan berdaya saing. (tbg/fah/jp).















