TAMIANG LAYANG- Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Barito Timur mengimbau para pembudidaya ikan keramba untuk rutin memantau kondisi air dan kesehatan ikan peliharaan, sebagai langkah antisipasi kematian massal ikan.
Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Bartim, Abianhin, menegaskan pentingnya laporan cepat jika ditemukan kejanggalan atau kematian ikan.
"Segera laporkan ke dinas agar tim kami dapat turun langsung melakukan pengecekan penyebab dan jika memungkinkan untuk menentukan langkah pengendalian yang tepat," ujar Abianhin kepada wartawan ini, Jum'at (6/2/2026)
Imbauan ini muncul menyusul sejumlah peristiwa kematian ikan, termasuk kasus terbaru di Desa Ramania, di mana ikan keramba warga mati secara massal.
"Berdasarkan investigasi penyuluh perikanan dan tim teknis, kematian ikan tersebut disebabkan oleh penyakit," jelas Abianhin.
Abianhin juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekitar keramba, termasuk aliran air hulu.
"Kebersihan keramba harus diperhatikan. Saat air dangkal pasca air tinggi lumpur mudah terlarut, apalagi setelah hujan, dan kondisi ini berpotensi memicu penyakit pada ikan," pungkasnya. (zi/jp).














