TAMIANG LAYANG- Bhabinkamtibmas Desa Sarapat, Polsek Dusun Timur, Polres Barito Timur, BRIPDA Darma Andika menghadiri kegiatan Pemilihan Pangulu dan Mantir Adat Desa Sarapat yang berlangsung di Balai Desa Sarapat, Jum'at (6/2/2026).
Pemilihan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari pembentukan struktur lembaga adat desa yang kredibel, sekaligus sebagai sarana penyelesaian permasalahan masyarakat melalui mekanisme hukum adat sebelum menempuh jalur hukum formal.
Dalam kesempatan itu, BRIPDA Darma Andika menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta mengajak warga untuk terus menjalin kedekatan dan kemitraan dengan Polri dalam menjaga situasi desa yang aman dan kondusif.
Ia juga mensosialisasikan layanan cepat Polri Call Center 110 sebagai sarana penyampaian laporan dan aspirasi masyarakat.
Sementara itu, Kapolres Barito Timur, AKBP Eddy Santoso melalui Kapolsek Dusun Timur, IPDA Sulkhan Sururi, mengatakan bahwa kehadiran Polri dalam kegiatan adat tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap pelestarian nilai-nilai adat, sekaligus penguatan sinergi antara kepolisian dan lembaga adat di tingkat desa.
"Pembentukan struktur adat ini bertujuan untuk menciptakan penyelesaian konflik secara kekeluargaan melalui jalur adat, serta menjadi mitra strategis kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujar IPDA Sulkhan.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga bertujuan memastikan terpilihnya figur pemimpin adat yang bertanggung jawab dalam memelihara norma, tradisi, serta hukum adat Dayak di Desa Sarapat.
Menurutnya, sinergi antara lembaga adat dan kepolisian diharapkan mampu mewujudkan situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah hukum Polsek Dusun Timur.
Sebagai informasi, pemilihan Pangulu dan Mantir Adat Desa Sarapat diikuti oleh delapan calon dan dilaksanakan melalui mekanisme pencoblosan surat suara. Hasil perolehan suara menetapkan Wilnarius H sebagai Pangulu dengan 32 suara. Sementara itu, Mantir Adat terpilih, yakni Indahto (29 suara) sebagai Mantir I, Kuristinus (24 suara) sebagai Mantir II, Erayunitanani (22 suara) sebagai Mantir III, dan Metro (21 suara) sebagai Mantir IV. (zi/jp).














