TAMIANG LAYANG- Polsek Dusun Tengah, Polres Barito Timur, Polda Kalimantan Tengah melaksanakan panen jagung pakan di wilayah binaan sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program ketahanan pangan dan Swasembada Pangan Nasional yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia.
Kegiatan panen jagung tersebut dilaksanakan pada Kamis, 5 Februari 2026, di Jerep RT. 027, Kelurahan Ampah Kota, Kecamatan Dusun Tengah, Kabupaten Barito Timur, Provinsi Kalimantan Tengah. Kegiatan ini melibatkan unsur Polri, penyuluh pertanian, serta para petani setempat.
Adapun pihak yang turut hadir dan terlibat dalam kegiatan tersebut antara lain Kapolsek Dusun Tengah, Wakapolsek Dusun Tengah, Kanit Intel Polsek Dusun Tengah, Brigadir Nyoman, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Ampah Kota, serta para petani jagung pakan Ampah Kota.
Panen jagung dilaksanakan di lahan seluas 4 hektare dalam satu hamparan, dengan hasil panen mencapai sekitar 10 ton jagung dalam bentuk tongkol (belum dipipil). Lahan panen tersebut merupakan milik warga Ampah Kota, yakni Waluyo, Patiyem, Hadi, dan Amat, yang masing-masing seluas satu hektare.
Dalam kesempatan tersebut, jajaran Polsek Dusun Tengah memberikan imbauan kepada para petani dan pemilik lahan agar terus mendukung pelaksanaan program Swasembada Pangan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.
Selain itu, disampaikan pula pesan kamtibmas agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar hutan, mengingat hal tersebut melanggar hukum dan berpotensi menimbulkan kebakaran hutan dan lahan.
Kapolsek Dusun Tengah, IPTU Suprayitno, menyampaikan bahwa keterlibatan Polri dalam kegiatan panen jagung ini merupakan bentuk sinergi antara aparat kepolisian, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung sektor pertanian.
"Kegiatan panen jagung ini merupakan wujud dukungan Polri terhadap program Swasembada Pangan sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat," ujarnya.
"Kami berharap hasil pertanian ini dapat memberikan manfaat ekonomi bagi petani serta mendorong masyarakat untuk terus mengelola lahan secara baik dan ramah lingkungan,” tutup IPTU Suprayitno. (zi/jp).














