TANJUNG- Pemerintah Kabupaten Tabalong melalui Dinas Sosial P3AP2KB kembali membuka program beasiswa sarjana bagi keluarga prasejahtera pada 2026 dengan target 100 penerima.
Program ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia, sekaligus memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat kurang mampu.
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos P3AP2KB Tabalong, Dody Arief Priyono, mengatakan bantuan yang diberikan mencakup biaya kuliah (UKT) dan biaya hidup dengan besaran yang disesuaikan berdasarkan lokasi studi.
Mahasiswa yang berkuliah di wilayah Tabalong, Amuntai, dan Balangan menerima bantuan Rp500 ribu per bulan. Sementara itu, mahasiswa di Banjarmasin dan Banjarbaru mendapatkan Rp1,5 juta per bulan.
Adapun mahasiswa yang kuliah di luar Kalimantan Selatan memperoleh Rp2,5 juta per bulan serta tambahan biaya transportasi Rp4 juta per tahun.
Dody menegaskan, program ini tidak membatasi pilihan perguruan tinggi, selama penerima merupakan mahasiswa strata satu (S1) dan memenuhi kriteria yang ditetapkan.
"Persyaratan utamanya, nilai akhir SMA minimal 75. Setelah kuliah, penerima wajib mempertahankan IPK minimal 3,” ujarnya.
Program ini merupakan kelanjutan dari tahun sebelumnya. Pada 2025, Dinsos P3AP2KB Tabalong telah menyalurkan beasiswa kepada 88 mahasiswa yang terdata dalam aplikasi Si Langkarr.
Memasuki 2026, sebanyak 12 penerima telah lulus, sehingga tersisa 76 mahasiswa aktif. Dengan demikian, tersedia kuota tambahan 24 hingga 32 penerima baru untuk memenuhi target 100 beasiswa tahun ini.
Pemerintah daerah berharap program ini dapat mendukung peningkatan akses pendidikan tinggi serta mencetak generasi muda Tabalong yang mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah. (fah/jp).
















