TAMIANG LAYANG- Pemerintah Kabupaten Barito Timur (Bartim) meluncurkan penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) untuk bantuan pangan sekaligus menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kecamatan Dusun Timur, Selasa (17/3/2026).
Program ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi serta menjaga daya beli masyarakat, khususnya menjelang Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Bupati Bartim, M. Yamin melalui Asisten II Setda Bartim, Amrullah, menyampaikan bahwa bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng merupakan bagian dari program stimulus ekonomi nasional 2026.
"Program ini tidak hanya meringankan beban pengeluaran masyarakat, tetapi juga bertujuan mengentaskan kemiskinan, mengatasi kerawanan pangan, serta mengendalikan inflasi,” ujarnya.
Di Kabupaten Barito Timur, bantuan tersebut akan disalurkan kepada 7.955 Penerima Bantuan Pangan (PBP), meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Setiap penerima memperoleh 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan untuk alokasi Februari hingga Maret 2026, yang disalurkan sekaligus.
Penyaluran bantuan dilakukan di seluruh desa dan kelurahan, dengan kegiatan peluncuran dipusatkan di Kelurahan Tamiang Layang, Kecamatan Dusun Timur.
Selain itu, Pemkab Bartim juga menggelar Gerakan Pangan Murah guna menjaga stabilitas harga bahan pokok di tengah meningkatnya permintaan selama Ramadan dan menjelang Idulfitri.
Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, seperti beras, gula, minyak goreng, bawang, dan telur ayam.
Pemerintah daerah menilai peningkatan permintaan pangan berpotensi memicu kenaikan harga, sehingga intervensi melalui GPM diperlukan untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan bahan pokok, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Pemkab Bartim juga menegaskan komitmennya untuk terus mengalokasikan subsidi pangan setiap tahun sebagai langkah menekan laju inflasi dan menjaga stabilitas ekonomi daerah.
"Melalui kerja sama semua pihak, diharapkan pengendalian inflasi berjalan optimal, sehingga petani sejahtera, pedagang untung, dan masyarakat tersenyum,” demikian Amrullah. (zi/jp).























