BANJARBARU- Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Operasi Ketupat Intan 2026 guna memastikan kelancaran arus mudik serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat saat perayaan Idulfitri 1447 Hijriah.
Dukungan tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin melalui Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin usai mengikuti Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Intan 2026 yang digelar Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan di Banjarbaru, Kamis (12/3/2026) sore.
"Kami mendukung penuh pelaksanaan Operasi Ketupat Intan 2026. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Perhubungan bersama instansi terkait akan terus bersinergi dengan kepolisian dan TNI untuk memastikan kelancaran arus mudik serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Syarifuddin.
Ia menegaskan, sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar masyarakat dapat melaksanakan perjalanan mudik dengan aman, tertib, dan lancar.
Sementara itu, Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan, mengatakan apel gelar pasukan tersebut merupakan bagian dari kesiapan pengamanan dan pelayanan selama perayaan Idulfitri 1447 Hijriah di wilayah hukum Polda Kalsel.
Menurutnya, dalam Operasi Ketupat Intan 2026 pihaknya menyiapkan pengamanan di 3.740 titik yang tersebar di berbagai wilayah Kalimantan Selatan. Untuk mendukung pengamanan tersebut disiapkan tiga pos terpadu, 21 pos pengamanan, dan 14 pos pelayanan.
"Sebanyak 2.189 personel dilibatkan dalam operasi ini, terdiri dari 1.166 personel Polri, 247 personel TNI, serta 1.023 personel dari berbagai instansi terkait,” ujar Yudha.
Ia menambahkan, pengamanan difokuskan pada jalur-jalur mudik, tempat ibadah, serta kawasan wisata yang diperkirakan menjadi pusat aktivitas masyarakat selama masa Lebaran.
Selain itu, kepolisian juga memberi perhatian khusus pada upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas selama arus mudik dan balik, serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan lainnya, termasuk aksi balap liar.
"Kami mengimbau masyarakat yang akan melaksanakan mudik agar selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan serta memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman sebelum ditinggalkan,” katanya. (md/ali/jp).















