BANJAR- Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, H Hasnuryadi Sulaiman, menghadiri puncak peringatan Haul ke-220 Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari atau Datu Kalampayan di Masjid Jami Tuhfaturroghibin, Desa Dalam Pagar Ulu, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, Kamis (26/3/2026) pagi.
Ribuan jemaah dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan hingga luar provinsi memadati kawasan masjid. Kegiatan berlangsung khidmat dengan rangkaian pembacaan ayat suci Al-Qur’an, lantunan maulid oleh Grup Maulid Dalam Pagar Ulu, serta doa bersama.
Doa dipimpin oleh Habib Ali bin Abdullah Alaydrus, dilanjutkan doa haul dan tahlil oleh TGH Wildan Salman.
Dalam sambutannya Wagub H Hasnuryadi, menyampaikan bahwa peringatan haul bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi momentum untuk memperkuat nilai-nilai keislaman dan kebersamaan masyarakat.
"Kehadiran jemaah dari berbagai daerah menjadi bukti kecintaan kepada ulama besar Datu Kalampayan, sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah,” ujarnya.
Ia menambahkan, keteladanan Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari harus menjadi inspirasi dalam kehidupan bermasyarakat dan pembangunan daerah.
"Beliau adalah sosok ulama yang tidak hanya meninggalkan karya monumental, tetapi juga nilai akhlak dan syariat yang masih relevan hingga kini,” katanya.
Peringatan haul juga diisi dengan pembacaan manakib oleh Ustaz Ahmad Daudi Zen yang mengisahkan perjalanan hidup Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, mulai dari kelahiran di Desa Lok Gabang pada 1710 M hingga kiprahnya sebagai ulama besar di Kalimantan Selatan.
Dalam manakib tersebut dijelaskan, Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari dikenal sebagai ulama yang menguasai ilmu syariat, tarekat, dan hakikat, serta berpegang pada mazhab Syafi’i dan paham Ahlus Sunnah wal Jamaah.
Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya Ketua DPRD Kalsel, H Supian HK, Kapolda Kalsel, Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan, Sekdaprov Kalsel Muhammad Syarifuddin, Ketua MUI Kalsel, KH Ahmad Syairazi, serta para ulama, habaib, dan tokoh masyarakat.
Peringatan haul ini menjadi momentum untuk mengenang jasa dan keteladanan Datu Kalampayan sekaligus memperkuat nilai religius di tengah masyarakat Kalimantan Selatan. (rfq/ali/jp).
















