BANJARMASIN- Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, H Supian HK, menegaskan pentingnya sinergi antara Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) dan seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat pengawasan anggaran serta mendorong percepatan pembangunan daerah.
Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Seminar Nasional Sinergi BPK dan Pemangku Kepentingan yang digelar di Banjarmasin, Senin (20/4/2026). Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara BPK RI dan PW IKA PMII Kalimantan Selatan.
Supian HK menyebut, bahwa forum tersebut sebagai ruang strategis untuk menyamakan persepsi antara BPK, pemerintah daerah, legislatif, akademisi, hingga mahasiswa dalam mewujudkan tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel.
"Jika hasil audit BPK dipahami dengan baik oleh seluruh pihak, maka rekomendasi yang diberikan dapat segera ditindaklanjuti sehingga pelaksanaan pembangunan tidak terhambat,” ujarnya.
Ia menambahkan, transparansi dalam pengelolaan APBD menjadi kunci utama dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Kalimantan Selatan. Melalui pengawasan yang sinergis, potensi kebocoran anggaran dapat ditekan sehingga program prioritas seperti infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan berjalan optimal dan tepat sasaran.
Seminar tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Fathan Subchi, akademisi Abdul Hafiz Anshari AZ, serta Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin.
Kegiatan ini juga dihadiri Hasnuryadi Sulaiman sebagai bentuk dukungan pemerintah provinsi terhadap penguatan sinergi dalam pengelolaan keuangan daerah.
Selain itu, sejumlah anggota DPRD Kalsel turut hadir, antara lain Suripno Sumas, Habib Musa Assegaf, dan Athaillah Hasbi.
Seminar ini juga diikuti kepala daerah dari 13 kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan, mencerminkan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas tata kelola keuangan daerah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun kolaborasi yang solid antar pemangku kepentingan guna meningkatkan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah serta mendorong pembangunan yang merata dan berkelanjutan di Kalimantan Selatan. (sar/ali/jp).
