BREAKING NEWS

Kamis, 14 Mei 2026

Pelajar di Tabalong Ditemukan Meninggal di Persawahan Hapalah, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

TANJUNG- Seorang pelajar laki-laki berusia 13 tahun ditemukan meninggal dunia di area persawahan Desa Hapalah RT. 02, Kecamatan Banua Lawas, Kabupaten Tabalong, Rabu (13/5/2026) malam.

Korban diketahui merupakan warga Desa Binturu RT. 04, Kecamatan Kelua, Kabupaten Tabalong. Sebelum ditemukan meninggal, korban dilaporkan belum pulang ke rumah hingga menjelang magrib setelah pergi memancing menggunakan sepeda seusai mengikuti kegiatan mengaji di TPA.

Kapolres Tabalong, AKBP Wahyu Ismoyo J., S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla melalui Kasi Humas IPTU Heri Siswoyo, S.H., M.H., mengatakan bahwa keluarga bersama warga kemudian melakukan pencarian ke lokasi yang biasa digunakan korban memancing di wilayah Desa Hapalah.

"Di lokasi ditemukan sepeda milik korban berada di ujung jembatan. Selanjutnya warga melakukan pencarian di sekitar area persawahan,” ujar IPTU Heri Siswoyo, Kamis (14/5/2026). 

Sekitar 100 meter dari jembatan, seorang warga menemukan korban dalam kondisi telungkup di perairan dengan kedalaman sekitar satu meter.

Saat ditemukan, tangan kanan korban masih menggenggam gelas air mineral dan dari mulut korban terlihat mengeluarkan busa. Sementara barang-barang milik korban seperti ember, payung, dan alat pancing ditemukan sudah dalam keadaan dikemas, diduga korban hendak pulang sebelum kejadian.

Korban kemudian dievakuasi menggunakan sampan menuju jembatan sebelum dibawa ke rumah duka di Desa Hapalah RT 05.

Mendapat laporan tersebut, Kapolsek Banua Lawas, IPTU Gigih Sutanto bersama anggota, Pawas IPDA N. Tarigan, personel Satreskrim Polres Tabalong, serta tim identifikasi langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi.

Berdasarkan hasil visum luar yang dilakukan Kepala Puskesmas Banua Lawas, dr. Himawan Indaryanto, ditemukan tanda berupa bibir dan telinga membiru, busa pada hidung dan mulut, serta lidah tergigit. Namun, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada bagian leher maupun tubuh korban.

Dari keterangan pihak keluarga, korban diketahui memiliki riwayat epilepsi dan beberapa kali mengalami kejang.

Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menyatakan tidak bersedia dilakukan autopsi. Penolakan autopsi juga telah dituangkan dalam surat pernyataan resmi. (fah/jp). 

Share Berita :

 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes