BREAKING NEWS

Senin, 22 Juni 2026

Petani di Kalumpang Tewas dengan Sejumlah Luka Senjata Tajam, Polisi Selidiki Dugaan Perkelahian

KANDANGAN- Seorang petani bernama Nasrudin (64), warga Desa Sirih Hulu, Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), meninggal dunia setelah mengalami sejumlah luka akibat senjata tajam dalam peristiwa yang diduga dipicu perkelahian pada Senin (22/6/2026) sekitar pukul 08.00 WITA.

Peristiwa tersebut terjadi di area kebun terong di Desa Sirih Hulu RT. 002 RW. 001, Kecamatan Kalumpang. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari kepolisian, sebelum kejadian Ahmad Kusasi berangkat menuju kebunnya untuk menanam pohon pisang dan sempat singgah di kebun milik seorang warga bernama Miarti.

Tak lama kemudian, korban Nasrudin datang dan ikut bergabung dalam percakapan. Namun, diduga terjadi perselisihan yang kemudian berujung pada perkelahian atau pergumulan di pinggir jalan kebun.

Dalam insiden tersebut, Ahmad Kusasi diduga melakukan penganiayaan terhadap korban menggunakan senjata tajam. Menyaksikan kejadian itu, Miarti segera meminta bantuan kepada saksi lainnya, Zainal Yasni alias Bandung, untuk melerai.

Saat kedua saksi mendatangi lokasi, korban ditemukan dalam kondisi terlentang dengan sejumlah luka akibat benda tajam. Warga kemudian memberikan pertolongan dan mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan terdekat.

Korban sempat menunjukkan tanda-tanda kehidupan saat dievakuasi dan dirujuk ke RSUD H Hasan Basry Kandangan. Namun, korban meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dokter jaga RSUD H. Hasan Basry Kandangan, korban mengalami beberapa luka tusuk di bagian dada kiri, bawah ketiak kiri, perut kiri dan kanan, lengan kiri, serta luka gores pada telapak tangan kiri.

Menerima laporan kejadian tersebut, personel Polsek Kalumpang bersama Unit Jatanras, Unit Identifikasi, dan piket Satreskrim Polres Hulu Sungai Selatan langsung melakukan penanganan di lokasi kejadian.

Petugas melakukan pengamanan tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan sejumlah saksi, serta melaksanakan olah TKP. Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan noda darah yang diduga berkaitan dengan lokasi pertama korban mengalami luka-luka.

Polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu lembar kaos berkerah bermotif garis biru abu-abu yang terdapat noda darah.

Saat ini kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan dan penyidikan. Penyidik telah meminta Visum et Repertum dari RSUD H. Hasan Basry Kandangan guna mendukung pengungkapan kasus.

Pihak kepolisian menyatakan akan terus mendalami peristiwa tersebut serta mengembangkan penyidikan untuk mengungkap secara utuh kronologi dan pihak-pihak yang terlibat. (ari/jp). 

Share Berita :

 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes