TAPIN- Wakil Ketua DPRD Kalimantan Selatan, Desy Oktavia Sari, mengajak petani milenial menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan dalam menghadapi tantangan sektor pertanian dan pembangunan daerah.
Ajakan tersebut disampaikannya saat Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Ideologi Pancasila (Sosrev) bersama Forum Komunikasi Petani Milenial Kabupaten Tapin, Senin (15/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi wadah diskusi mengenai pentingnya penguatan karakter generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin dinamis.
Menurut Desy, Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai dasar negara, tetapi juga menjadi pedoman dalam membangun sikap gotong royong, kejujuran, tanggung jawab, dan semangat kebersamaan yang sangat dibutuhkan dalam dunia pertanian.
"Petani milenial memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan. Nilai-nilai Pancasila harus menjadi pegangan agar kita mampu bekerja sama, saling mendukung, dan menghadapi berbagai tantangan dengan cara yang positif,” ujarnya.
Desy menilai generasi muda, termasuk petani milenial, perlu memiliki fondasi nilai yang kuat agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri dan semangat kebangsaan.
Menurutnya, aktualisasi nilai-nilai Pancasila dapat mendorong petani untuk tidak hanya berorientasi pada peningkatan produktivitas, tetapi juga menjaga persatuan, menghargai perbedaan, dan memperkuat solidaritas sosial di lingkungan masyarakat.
Ia menegaskan, bahwa sektor pertanian memiliki keterkaitan erat dengan implementasi nilai-nilai Pancasila, mulai dari budaya gotong royong, musyawarah dalam kelompok tani, hingga upaya mewujudkan kesejahteraan bersama.
"Ketika petani maju, mandiri, dan mampu berkolaborasi, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh kelompok tani, tetapi juga masyarakat luas melalui terjaganya ketersediaan pangan dan meningkatnya pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, Desy berharap para petani milenial dapat mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam aktivitas organisasi, usaha pertanian, maupun kehidupan bermasyarakat.
Menurutnya, penguatan karakter yang berlandaskan Pancasila menjadi salah satu modal penting untuk mewujudkan pembangunan pertanian yang berkelanjutan dan berdaya saing di Kabupaten Tapin. (sar/ali/jp).
















