TANAH LAUT- Kondisi sejumlah fasilitas pendukung di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri Pertanian Pembangunan (SMKN PP) Pelaihari menjadi perhatian Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Selatan. Pasalnya, beberapa sarana yang menunjang aktivitas belajar dan kehidupan siswa asrama mengalami kerusakan dan membutuhkan penanganan segera.
SMKN PP Pelaihari merupakan salah satu sekolah vokasi unggulan di Kalimantan Selatan yang berfokus mencetak sumber daya manusia di bidang agribisnis dan pertanian. Sebagai bagian dari pembinaan karakter dan kedisiplinan, seluruh siswa kelas XI diwajibkan mengikuti program tinggal di asrama sekolah.
Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, Jihan Hanifha bersama Anggota Komisi IV Gusti Miftahul Chotimah dan Hj Mukarramah melakukan monitoring ke SMKN PP Pelaihari, Jum'at (17/7/2026) pagi, untuk memastikan kondisi infrastruktur sekolah, khususnya fasilitas yang digunakan para siswa selama menjalani pendidikan.
Dalam peninjauan tersebut, ditemukan sejumlah fasilitas yang perlu mendapat perhatian, di antaranya kerusakan pada selasar penghubung antarbangunan serta sekitar 60 persen fasilitas toilet yang kondisinya sudah tidak optimal dan membutuhkan renovasi.
Anggota Komisi IV DPRD Kalsel, Gusti Miftahul Chotimah, menegaskan pihaknya berkomitmen mengawal peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di Kalimantan Selatan, terutama pada sekolah yang memiliki sistem pembinaan berbasis asrama.
"Prasarana di SMKN PP ini memang banyak yang harus dibenahi dan menjadi perhatian kami untuk diperjuangkan ke depan. Mengingat siswa-siswi memiliki kewajiban tinggal di asrama, maka lingkungan yang aman, nyaman, dan layak menjadi kebutuhan utama,” ujar Gusti Miftahul Chotimah yang akrab disapa Ema.
Ia berharap Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pendidikan, khususnya bidang SMK, dapat memberikan dukungan anggaran untuk memperbaiki fasilitas yang rusak agar proses pembelajaran dan pembinaan siswa berjalan lebih maksimal.
"Kami berharap perbaikan fasilitas di SMKN PP ini dapat menjadi prioritas, sehingga para siswa dapat belajar dan tinggal di lingkungan sekolah dengan kondisi yang lebih baik,” tambahnya.
Monitoring tersebut juga mendapat dukungan dari Dinas Pendidikan Kalsel. Kasi Kelembagaan dan Sarana Prasarana (Sarpras) SMK Dinas Pendidikan Kalsel, Gusti Musriadi, menyatakan hasil temuan di lapangan akan menjadi bahan evaluasi dalam penyusunan program kerja dan penganggaran ke depan.
"Fasilitas prasarana, termasuk asrama, memang memerlukan perhatian khusus. Hal ini menjadi catatan penting bagi kami dan akan menjadi masukan dalam penyusunan anggaran perubahan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala SMKN PP Pelaihari, Hariyatun, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan DPRD Kalsel dan Dinas Pendidikan terhadap peningkatan kualitas fasilitas sekolah.
"Kami berterima kasih atas kunjungan dan kepedulian Komisi IV DPRD Kalsel serta Dinas Pendidikan. Semoga catatan dan masukan hari ini dapat segera ditindaklanjuti sehingga memberikan keamanan dan kenyamanan yang lebih baik bagi siswa dalam menuntut ilmu,” tuturnya. (sar/ali/jp).























