BREAKING NEWS

Minggu, 30 Agustus 2026

Camat Pematang Karau Tekankan Keselamatan dan Pelestarian Budaya di Festival Nange Raren

TAMIANG LAYANG- Camat Pematang Karau, Setia Murni, S.IP., M.M, menekankan pentingnya keselamatan, pelestarian budaya, dan kepedulian terhadap lingkungan dalam pelaksanaan Festival Nange Raren di Tepian Sungai Raren, Desa Bambulung, Kecamatan Pematang Karau, Kabupaten Barito Timur.

Hal itu diungkapkan Camat Setia Murni usai pembukaan Festival Nange Raren di Tepian Sungai Raren, Desa Bambulung, Kecamatan Pematang Karau, Kabupaten Barito Timur, Minggu (30/8/2026). 

Festival Nange Raren resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Timur, Misnohartaku. Pembukaan turut dihadiri sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Barito Timur, Kades Bambulung beserta aparat desa, masyarakat, serta tamu undangan lainnya.

Setia Murni mengapresiasi panitia pelaksana dan Pemerintah Desa Bambulung yang telah berupaya menyelenggarakan festival sekaligus menjaga keberlangsungan budaya lokal masyarakat.

"Terima kasih atas kerja keras panitia pelaksana dan pemerintah desa yang telah berupaya melestarikan budaya yang ada,” ujar Setia Murni. 

Menurutnya, keselamatan harus menjadi perhatian utama selama seluruh rangkaian kegiatan festival berlangsung. Ia meminta panitia dan tim keamanan memperketat pengawasan, khususnya terhadap pengunjung yang berada di tepian sungai, jembatan, serta area panggung yang berada di sekitar Sungai Raren.

Selain aspek keselamatan, Setia Murni mengajak masyarakat dan seluruh pihak yang terlibat untuk bersama-sama menjaga kebersihan Sungai Raren. Ia menilai keberadaan sungai memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat Desa Bambulung sehingga kelestariannya perlu menjadi tanggung jawab bersama.

"Jaga kebersihan sungai karena sungai merupakan salah satu sumber kehidupan masyarakat Bambulung,” katanya.

Setia Murni juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), mengingat kondisi yang rawan terjadi kebakaran.

Festival yang digelar di kawasan Sungai Raren tersebut menjadi wadah pelaksanaan berbagai kegiatan budaya dan olahraga tradisional. 

Setia Murni berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga memperkuat kepedulian masyarakat terhadap pelestarian budaya, keselamatan, dan lingkungan di sekitar Sungai Raren. (zi/jp). 

Share Berita :

 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes