BREAKING NEWS

Rabu, 12 Agustus 2026

Diskoperindag Batola Siapkan Smart Service Center UMKM Baiman, Integrasikan Data dan Perkuat Layanan Digital

MARABAHAN- Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Barito Kuala (Batola) menyiapkan inovasi Smart Service Center (SSC) Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) UMKM Baiman untuk memperkuat pembinaan dan pelayanan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kepala Diskoperindag Batola, Hery Sasmita, mengatakan inovasi tersebut merupakan proyek perubahan yang dikembangkan dalam rangka mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan 18 Tahun 2026 yang diselenggarakan BPSDM Provinsi Kalimantan Selatan dengan fasilitasi Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia.

Hal itu disampaikan Herry Sasmita saat di kunjungi awak media ini di Kantor Diskoperindag Batola, Selasa (12/8/2026).

Menurut Hery, gagasan SSC UMKM Baiman dilatarbelakangi belum terintegrasinya data UMKM yang tersebar di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Batola. Masing-masing OPD selama ini memiliki data dan pola pembinaan sendiri sehingga belum terhimpun dalam satu basis data.

"Banyak pembinaan di Kabupaten Barito Kuala terhadap UMKM dari berbagai SKPD, tetapi datanya belum padu. Beberapa SKPD membina berdasarkan data masing-masing. Karena itu kita akan membuat satu data UMKM Kabupaten Barito Kuala,” ujar Hery.

Melalui integrasi data tersebut, pembinaan UMKM diharapkan menjadi lebih tepat sasaran. Pemerintah daerah dapat memetakan kebutuhan masing-masing pelaku usaha, mulai dari legalitas, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), produktivitas, pemasaran, hingga akses pembiayaan.

Hery menjelaskan, SSC UMKM Baiman sekaligus akan mengembangkan kembali layanan PLUT yang selama ini masih dilakukan secara konvensional. Ke depan, layanan diarahkan berbasis digital sehingga pelaku UMKM tidak harus selalu datang langsung untuk mendapatkan pelayanan.

"PLUT selama ini masih konvensional, artinya menunggu masyarakat datang baru dilayani. Kemudian ada program unggulan Bupati Barito Kuala yaitu UMKM Baiman. Dari kesemuanya itu kami membuat proyek perubahan bernama Smart Service Center Pusat Layanan Usaha Terpadu UMKM Baiman,” jelasnya.

Dalam konsep SSC tersebut, pelaku UMKM akan melakukan registrasi secara digital dengan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai identitas tunggal. Setelah terdaftar, kebutuhan setiap UMKM akan dipetakan berdasarkan kondisi dan permasalahan yang dihadapi.

Sedikitnya terdapat lima aspek utama yang menjadi fokus layanan, yakni legalitas usaha, peningkatan kapasitas SDM, produktivitas, pemasaran, dan pembiayaan.

"Setelah mendaftar akan kelihatan UMKM mana yang belum legalitasnya, mana yang sumber daya manusianya masih kurang, produktivitasnya rendah, membutuhkan pemasaran atau pembiayaan. Kesemuanya itu akan kita bantu melalui Smart Service Center UMKM Baiman,” katanya.

Untuk memperluas jangkauan layanan, Diskoperindag Batola juga akan melibatkan pemerintah kecamatan dan desa sebagai mitra komunikasi dan sosialisasi. Pemerintah desa dinilai memiliki peran strategis karena lebih mengetahui potensi serta keberadaan pelaku UMKM di wilayah masing-masing.

Di sektor pemasaran, pemerintah daerah akan menjalin kerja sama dengan toko modern untuk menampung produk UMKM yang telah memenuhi persyaratan. Sementara dari sisi pembiayaan, SSC UMKM Baiman akan menggandeng berbagai lembaga pembiayaan guna memperluas akses permodalan bagi pelaku usaha.

Hery menegaskan, tujuan jangka panjang program tersebut bukan sekadar menyediakan layanan administrasi, tetapi mendorong UMKM Batola agar naik kelas.

Setelah kebutuhan setiap UMKM terpetakan, pemerintah bersama OPD terkait akan melakukan intervensi sesuai persoalan yang dihadapi. Misalnya, UMKM dengan omzet Rp10 juta per bulan akan didorong meningkatkan omzet menjadi Rp15 juta hingga Rp20 juta melalui peningkatan produktivitas dan dukungan pembinaan yang sesuai.

"Jadi seluruh OPD bersinergi dan berkolaborasi untuk meningkatkan UMKM. Sehingga UMKM naik kelas itu benar-benar terwujud,” tegasnya.

Konsep SSC UMKM Baiman diharapkan dapat mengatasi persoalan fragmentasi data sekaligus memperkuat koordinasi pembinaan UMKM di Kabupaten Batola. Dengan dukungan basis data terpadu dan layanan digital, intervensi pemerintah diharapkan menjadi lebih efektif, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha.

Ke depan, SSC UMKM Baiman diarahkan menjadi pusat layanan berbasis data yang mampu mendukung pemantauan perkembangan UMKM secara terintegrasi. Sistem tersebut juga diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, kecamatan, desa, dan pelaku usaha dalam mendorong pertumbuhan UMKM serta mewujudkan perekonomian Batola yang lebih maju dan modern. (lim/fah/jp). 

Share Berita :

 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes