TAMIANG LAYANG- Kapolres Barito Timur, AKBP Eddy Santoso bersama Bupati Barito Timur, Wakil Bupati Barito Timur, dan Danyon TP 924 Uria Mapas turun langsung melakukan pemantauan dan groundcheck titik panas (hotspot) yang terindikasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Sumur, Kecamatan Dusun Timur, Selasa (25/8/2026).
Langkah tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat mengenai adanya titik api di wilayah Desa Sumur. Petugas bergerak cepat untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus mencegah api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.
Penanganan dimulai sekitar pukul 15.00 WIB dan berlangsung hingga api berhasil dikendalikan. Proses pemadaman melibatkan personel gabungan Polres Barito Timur, Bhabinkamtibmas Desa Sumur, piket Karhutla Polres Barito Timur, Yonif TP 924/UMS, BPBD Barito Timur, relawan, serta masyarakat setempat.
Hasil pengecekan di lapangan menemukan satu titik api pada koordinat 2°04'14,4"S 115°07'40,7"E atau sekitar Latitude -2.070673 dan Longitude 115.127970. Lokasi tersebut berjarak sekitar 8 kilometer dari Polres Barito Timur dengan waktu tempuh kurang lebih 15 menit melalui jalur darat.
Setibanya di lokasi, personel gabungan mendapati api masih menyala di sejumlah bagian lahan. Pemadaman kemudian dilakukan secara terpadu menggunakan peralatan dari BPBD Barito Timur, Yonif TP 924/UMS, dan unit R4 Damkar Polres Barito Timur.
Sebanyak 27 personel Polri, 40 personel TNI, 10 personel BPBD, 10 warga, dan 4 relawan dikerahkan dalam penanganan Karhutla tersebut. Operasi juga didukung 15 unit R2, 5 unit R4, 3 unit R6, serta 3 unit Alkon.
Setelah sekitar enam jam dilakukan pemadaman secara intensif, api berhasil dikendalikan. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai ±2 hektare. Lahan tersebut merupakan kawasan gambut yang ditumbuhi semak belukar. Hingga penanganan selesai, identitas pemilik lahan belum diketahui.
Petugas selanjutnya melakukan patroli dan cooling down di sekitar lokasi bekas kebakaran. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api, mengingat kawasan gambut berpotensi menyimpan bara di dalam tanah.
Kapolres Barito Timur, AKBP Eddy Santoso, menegaskan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan respons cepat dan sinergi seluruh unsur, mulai dari TNI-Polri, pemerintah daerah, BPBD, relawan hingga masyarakat.
"Kami terus melakukan pemantauan terhadap setiap informasi maupun laporan masyarakat terkait adanya titik api. Respons cepat dan penanganan bersama sangat penting agar kebakaran tidak meluas. Kami juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan asap atau titik api di lingkungan sekitar,” ujarnya.
Menurutnya, laporan masyarakat menjadi bagian penting dalam mempercepat proses groundcheck, pemadaman, hingga pendinginan di lokasi kebakaran.
Sinergi lintas instansi tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam mencegah dan menangani Karhutla di Kabupaten Barito Timur, sekaligus meminimalkan risiko kebakaran meluas, khususnya pada kawasan yang memiliki karakteristik lahan gambut. (zi/jp).
























