MARABAHAN- Persiapan rehabilitasi jaringan irigasi Daerah Irigasi Rawa (D.I.R) Handil Bhakti, Kabupaten Barito Kuala, memasuki tahapan konsultasi masyarakat. Pertemuan yang membahas penyusunan dokumen lingkungan untuk program rehabilitasi tahun 2026 itu digelar di Aula Kantor Desa Puntik Dalam, Rabu (26/8/2026).
PPK Perencanaan dan Program Satuan Kerja Balai Wilayah Sungai Kalimantan III, Widya Ratna Norlailawati A, mengatakan penyusunan dokumen lingkungan dalam kegiatan tersebut dilaksanakan PT Artama Interkonsultindo.
“D.I.R Handil Bhakti merupakan kawasan rawa pasang surut dengan luas baku mencapai 8.006,43 hektare,” kata Widya saat memaparkan rencana kegiatan.
Ia menjelaskan, pada 2026 pemerintah merencanakan rehabilitasi saluran irigasi sepanjang kurang lebih 144 kilometer. Pekerjaan tersebut mencakup wilayah Kecamatan Alalak, Belawang, Rantau Badauh, dan Mandastana.
Rehabilitasi jaringan irigasi itu merupakan bagian dari program Optimized Lowland Irrigation for Food Security (OLIFS) yang didanai Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) untuk periode 2025–2029.
Dalam forum konsultasi, sejumlah kepala desa dan Ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) menyampaikan masukan agar pelaksanaan rehabilitasi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama petani.
Kepala Desa Belandean, Elly Rahmah, meminta proses normalisasi saluran memperhatikan karakteristik tanah dan kondisi lingkungan sekitar. Ia juga menekankan pentingnya tenaga maupun operator alat berat yang kompeten agar pekerjaan tidak memicu longsor atau merusak bagian saluran lainnya.
"Normalisasi harus dilakukan dengan baik agar tidak menimbulkan longsor pada tanah di sekitarnya. Saluran sekunder, primer, maupun tersier juga diharapkan dapat dituntaskan penataannya,” ujar Elly.
Selain normalisasi, Elly mengusulkan pembangunan parit cacing di kawasan persawahan serta gorong-gorong induk. Menurutnya, infrastruktur tersebut diperlukan untuk mendukung pengaturan aliran air dari lahan pertanian menuju sungai.
Elly berharap seluruh aspirasi yang disampaikan dalam konsultasi masyarakat dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan dokumen lingkungan sekaligus pelaksanaan rehabilitasi jaringan irigasi.
Pertemuan tersebut dihadiri Camat Alalak Muhammad Didik Kaharuddin, Camat Belawang Bani Sholihin, sejumlah kepala desa, Ketua P3A, serta tamu undangan lainnya. (ali/jp).


























