KUALA PEMBUANG- Ribuan jemaah memadati Masjid Agung Nurul Yaqin, Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, Sabtu (29/8/2026) malam.
Kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten Seruyan bersama Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Masjid Agung Nurul Yaqin tersebut dihadiri Wakil Bupati Seruyan, H Supian, jajaran Forkopimda, pejabat daerah, tokoh agama, pengurus masjid, serta ribuan masyarakat.
Peringatan Maulid Nabi tahun ini mengangkat tema, “Dengan Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Mari Kita Teladani Akhlak Rasulullah SAW dan Menjaga Aqidah serta Ukhuwah Islamiyah”.
Dalam sambutannya Wakil Bupati Seruyan, H Supian, menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda yang tengah menjalankan tugas kedinasan di luar daerah.
Menurut H Supian, peringatan Maulid Nabi tidak semestinya dimaknai sebatas agenda tahunan, tetapi menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus menerapkan akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari.
"Peringatan Maulid bukan sekadar agenda rutin. Ini momentum memupuk cinta kepada Rasulullah SAW, meneladani uswatun hasanah, dan memperkuat iman kepada Allah SWT,” tegas H Supian.
Tausiyah dalam kegiatan tersebut disampaikan Prof. Dr. K.H. Awaludin Pimay, Lc. Dalam ceramahnya, ia mengajak jemaah meneladani sifat dan akhlak Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia menekankan pentingnya kejujuran dalam ucapan dan perbuatan, sikap tawadhu atau rendah hati, sifat pemurah dan amanah, serta akhlak karimah seperti pemaaf, menghormati sesama, dan tetap berbuat baik meskipun mendapat perlakuan tidak baik.
K.H. Awaludin juga mengingatkan bahwa kesalehan tidak cukup hanya diwujudkan melalui ibadah ritual, tetapi harus tercermin dalam kepedulian dan manfaat yang diberikan kepada orang lain.
"Jangan hanya menjadi pribadi baik lewat ibadah ritual. Jadilah khairunnas anfa’uhum linnas, sebaik-baik manusia yang bermanfaat bagi orang lain,” pesannya.
Rangkaian kegiatan berlangsung khidmat. Selain tausiyah, jemaah mengikuti doa bersama untuk memohon keselamatan, keharmonisan, serta kesejahteraan masyarakat dan Kabupaten Seruyan.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H tersebut diharapkan menjadi momentum memperkuat keimanan, menjaga aqidah, serta meningkatkan ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat Seruyan. (gan/jp).

























