TAMIANG LAYANG- Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, memperkuat upaya percepatan penanggulangan tuberkulosis (TB) dengan mengintegrasikan penelusuran kasus atau tracing TB ke dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Kegiatan Tracing TB Terintegrasi CKG tersebut dilaksanakan di 16 lokasi di Kabupaten Barito Timur, dengan sasaran 100 orang di setiap lokasi. Langkah ini ditujukan untuk mempercepat penemuan kasus TB sehingga warga yang terindikasi dapat segera menjalani pemeriksaan dan memperoleh pengobatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Timur, dr. Jimmi W.S. Hutagalung, melalui Plt. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Mayerni, mengatakan integrasi tersebut merupakan bagian dari upaya Kementerian Kesehatan dalam memperkuat penemuan dan skrining kasus TB melalui pelaksanaan CKG.
"Melalui kegiatan ini, penemuan dan skrining kasus tuberkulosis diintegrasikan dengan program CKG,” kata Mayerni kepada wartawan, Selasa (8/9/2026).
Pelaksanaan kegiatan di lapangan melibatkan pengelola program TB Dinas Kesehatan, kepala UPTD Puskesmas, serta tim tracing TB dan CKG di masing-masing puskesmas.
Selain pemeriksaan kesehatan, masyarakat sasaran mendapatkan edukasi mengenai TB, mulai dari pengenalan gejala, skrining, pemeriksaan, hingga langkah-langkah pencegahan penularan.
Mayerni mengatakan, salah satu fokus kegiatan tersebut adalah menemukan penderita TB sedini mungkin, termasuk menelusuri potensi penularan di lingkungan keluarga pasien yang telah teridentifikasi.
"Tujuannya menemukan kasus TBC pada warga dan keluarga pasien sedini mungkin, memberikan pengobatan kepada pasien TB yang ditemukan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pencegahan TBC,” jelasnya.
Menurutnya, penemuan kasus secara aktif menjadi bagian penting dalam memutus mata rantai penularan TB. Semakin cepat penderita ditemukan dan mendapatkan pengobatan, semakin besar peluang menekan risiko penularan di masyarakat.
Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Timur menargetkan rangkaian kegiatan tersebut dapat mempercepat penemuan dan penanganan kasus TB sekaligus mendukung upaya eliminasi TB di daerah.
"Kami berharap Kabupaten Barito Timur dapat mencapai eliminasi tuberkulosis pada 2030, sejalan dengan target nasional penanggulangan TB,” kata Mayerni. (zi/jp).





