TAMIANG LAYANG- Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, mulai menekan usaha budidaya ikan kolam tanah. Menyusutnya debit air di kawasan Danau Paku hingga saluran irigasi sekunder dan tersier membuat ketersediaan air untuk kolam budidaya semakin terbatas.
Kondisi tersebut mendorong Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Penyuluh Perikanan Kabupaten Barito Timur melakukan pendampingan kepada pembudidaya ikan di Desa Tampa, Kecamatan Paku. Pendampingan difokuskan pada pemantauan dan pengelolaan kualitas air untuk mengurangi risiko kematian ikan selama musim kemarau.
Penyuluh melakukan pengukuran kualitas air secara langsung di kolam pembudidaya. Parameter yang diperiksa meliputi suhu, tingkat keasaman (pH), dan Dissolved Oxygen (DO) atau oksigen terlarut.
Pemantauan tersebut penting dilakukan karena perubahan kualitas air dapat memengaruhi kondisi dan daya tahan ikan. Dengan mengetahui kondisi air, pembudidaya dapat mengambil langkah penanganan lebih cepat untuk menjaga kelangsungan hidup ikan.
Elisa (51), pembudidaya ikan patin di Desa Tampa, mengaku terbantu dengan pendampingan tersebut. Menurutnya, pemeriksaan kualitas air membantu pembudidaya memahami kondisi kolam di tengah keterbatasan pasokan air.
"Sangat terbantu dengan adanya penyuluh perikanan yang datang cek air kolam. Jadi kami tahu harus bagaimana merawat ikan saat air susah seperti sekarang,” ujarnya.
Koordinator Penyuluh Perikanan Kabupaten Barito Timur, Pardiono, mengimbau pembudidaya meningkatkan kewaspadaan selama puncak musim kemarau. Ia menyarankan pembudidaya menunda penebaran benih baru hingga kondisi air kembali lebih mendukung.
"Kami mengimbau agar pada saat musim kemarau panjang seperti ini, pelaku budidaya menunda terlebih dahulu untuk melakukan penebaran benih baru. Hal ini guna mencegah kerugian yang besar akibat mortalitas yang tinggi karena kualitas air yang cenderung kurang baik,” katanya, Selasa (15/9/2026).
Selain menunda penebaran benih, pembudidaya diharapkan terus melakukan pemantauan kualitas air dan menerapkan manajemen kolam sesuai kondisi yang ada. Langkah tersebut dinilai penting untuk menekan risiko kematian ikan dan kerugian usaha hingga kondisi pasokan air kembali normal.
Pendampingan penyuluh perikanan diharapkan dapat membantu pembudidaya menghadapi tekanan musim kemarau sekaligus menjaga keberlanjutan usaha budidaya ikan di wilayah Barito Timur. (zi/jp).










