TAMIANG LAYANG- Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyalurkan bantuan pangan gratis kepada masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Barito Timur, Selasa (22/9/2026). Bantuan tersebut disertai layanan kesehatan, cek kesehatan gratis, serta pasar murah sebagai upaya membantu masyarakat menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan tekanan harga kebutuhan pokok.
Penyerahan bantuan dilakukan oleh Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, H Edy Pratowo di GPU Mantawara, Tamiang Layang. Kegiatan serupa juga dilaksanakan di sejumlah lokasi lain, di antaranya SDN Rodok Desa Rodok, Kantor Kecamatan Paku, GPU Desa Dayu, GPU Ampah, dan SMAN Bambulung.
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Barito Timur, M. Yamin, unsur forkopimda, berberapa kepala OPD lingkup Pemprov Kalteng dan Kabupaten Barito Timur, para asisten, camat, dan ratusan masyarakat.
Wagub Edy mengatakan, penanganan karhutla tidak cukup hanya dengan memadamkan api. Dampak kebakaran terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat juga perlu mendapat perhatian pemerintah.
"Dampak karhutla ini mengganggu sisi kehidupan dan ekonomi masyarakat kita. Belum lagi tantangan geopolitik global yang memicu kenaikan harga BBM. Karena itu, Pemprov Kalteng menggulirkan program pro-rakyat yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” ujar Edy saat penyerahan bantuan di GPU Mantawara Tamiang Layang.
Bantuan pangan yang disalurkan berupa beras, gula, dan minyak goreng. Paket tersebut memiliki nilai subsidi Rp139.000 dan diberikan secara gratis kepada penerima, termasuk ASN golongan I dan II, PPPK, serta tenaga non-ASN atau honorer.
Selain bantuan pangan, Pemprov Kalteng menyediakan layanan pengobatan dan pemeriksaan kesehatan gratis serta pemberian vitamin. Pemerintah juga menyalurkan bantuan tabung LPG 3 kilogram sekaligus menjaga daya bagi pelaku usaha mikro.
Menurut Edy, penyaluran bantuan dilakukan secara serentak di sejumlah daerah di Kalimantan Tengah. Program tersebut diarahkan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sekaligus menjaga daya beli di tengah tekanan ekonomi.
Di sisi lain, Edy mengatakan penanganan karhutla di Kalimantan Tengah menghadapi tantangan, terutama pada wilayah yang memiliki lahan gambut. Api pada lahan gambut dapat merambat dan membakar lapisan di bawah permukaan tanah sehingga pemadaman membutuhkan waktu dan penanganan berulang.
"Kedalaman bara bisa mencapai 0,5 hingga 1 meter di bawah permukaan tanah. Karena itu, meskipun bagian permukaan terlihat sudah padam, api masih dapat kembali muncul,” jelasnya.
Untuk mendukung pemadaman, Pemprov Kalteng menyiapkan enam unit helikopter yang dapat digunakan dalam operasi water bombing. Namun, operasi udara tersebut belum dapat dilakukan secara maksimal karena terkendala kabut asap yang mengurangi jarak pandang.
"Kita menyiapkan enam unit helikopter pemadam. Namun, saat ini helikopter belum bisa terbang maksimal karena kabut asapbangan. Pilot harus memperhitungkan sejumlah potensi bahaya di lapangan, termasuk keberadaan jaringan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi pekat membatasi jarak pandang operasional helikopter yang membutuhkan minimal 5 km demi keselamatan penerbangan,” kata Edy.
Ia menambahkan, kondisi jarak pandang yang terbatas juga meningkatkan risiko penerbangan. Pilot harus memperhitungkan sejumlah potensi bahaya di lapangan, termasuk keberadaan jaringan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) dan pepohonan.
Edy mengajak masyarakat menjaga solidaritas dan bekerja sama dalam menghadapi dampak karhutla. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi di media sosial.
"Rasa solidaritas dan kebersamaan sangat penting dalam situasi seperti ini. Mari kita jaga hasil-hasil pembangunan dan bahu-membahu mengatasi dampak karhutla bersama-sama,” pungkasnya. (zi/jp).












