TAMIANG LAYANG- Polsek Dusun Tengah, Polres Barito Timur memberikan sosialisasi tentang bahaya perundungan (bullying) dan perundungan fisik (body shaming) kepada siswa dan siswi Madrasah Aliyah (MA) Ampah, Senin (26/10/2026) pagi. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran pelajar untuk mencegah perundungan serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.
Kegiatan tersebut dipimpin Kapolsek Dusun Tengah, IPTU Stefanus Rantealo, didampingi Wakapolsek IPTU Edi S. dan sejumlah personel Polsek Dusun Tengah.
Dalam sosialisasi itu, para pelajar diberikan pemahaman mengenai bentuk-bentuk perundungan, termasuk tindakan mengejek, menghina, atau merendahkan orang lain berdasarkan kondisi fisik dan penampilan. Para siswa juga diajak membangun sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, serta menjaga perkataan dan perilaku dalam pergaulan sehari-hari.
Kapolres Barito Timur, AKBP Iqbal Sangaji melalui Kapolsek Dusun Tengah, IPTU Stefanus Rantealo, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap dunia pendidikan melalui program Polisi Peduli Pendidikan (Poldik).
"Melalui sosialisasi ini, kami berharap seluruh siswa dan siswi MA Ampah memahami dampak negatif bullying dan body shaming. Kami mengajak para pelajar untuk saling menghormati, menghargai perbedaan, serta menjaga perkataan dan perilaku agar tidak menyakiti atau merendahkan orang lain,” ujar IPTU Stefanus.
Ia juga mengimbau para pelajar agar berani melaporkan kepada guru, pihak sekolah, atau orang tua apabila mengalami maupun mengetahui tindakan perundungan di lingkungan sekolah.
Menurutnya, keterlibatan seluruh pihak, mulai dari siswa, guru, orang tua, hingga kepolisian, diperlukan untuk membangun lingkungan pendidikan yang aman dan mencegah terjadinya perundungan.
Kapolsek Dusun Tengah turut menyampaikan apresiasi kepada pihak MA Ampah atas dukungan dan kesempatan yang diberikan sehingga kegiatan sosialisasi tersebut dapat terlaksana dengan baik.
Polsek Dusun Tengah menyatakan akan terus mendorong upaya pencegahan perundungan melalui edukasi dan pendekatan kepada pelajar guna menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menghormati sesama. (zi/jp).







