MARABAHAN- Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Pemkab Batola) kembali menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak krisis air akibat intrusi air laut. Memasuki hari ke-17, distribusi air menyasar warga di Desa Pulau Alalak, Kecamatan Alalak, Selasa (6/10/2026).
Sebanyak sekitar 10.000 liter air bersih disalurkan secara gratis kepada masyarakat. Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemkab Barito Kuala, PDAM, dan Kodim 1005 Barito Kuala.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Barito Kuala, Selamat Riyanto, turut memantau langsung proses pendistribusian air bersih kepada warga.
Dalam kesempatan tersebut, Selamat menyampaikan salam dari Bupati Barito Kuala sekaligus menyampaikan permohonan maaf karena bupati tidak dapat hadir secara langsung.
Menurutnya, penyaluran air bersih telah berlangsung selama 17 hari dan menyasar sejumlah kecamatan serta desa yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat intrusi air laut.
"Pemerintah daerah bersama PDAM bekerja sama dengan Kodim 1005 Barito Kuala memberikan bantuan air ini secara gratis. Memang jumlahnya tidak banyak, tapi mudah-mudahan ini bisa mengurangi beban pengeluaran pian-pian (saudara-saudara sekalian) untuk membeli air,” ujar Selamat di hadapan warga.
Ia menegaskan, air yang didistribusikan kepada masyarakat telah melalui uji kelayakan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala. Dengan demikian, air tersebut dinyatakan layak untuk dimanfaatkan masyarakat sesuai peruntukannya.
Selamat berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban warga yang terdampak krisis air, terutama di tengah kondisi musim kemarau.
Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama berdoa agar kondisi alam segera membaik, hujan kembali turun, dan intrusi air laut yang menyebabkan air menjadi asin dapat segera berakhir.
"Mari kita sama-sama berdoa, mudah-mudahan airnya cepat tawar (ampih asin), mudah-mudahan hujan lekas turun, serta musibah kebakaran hutan bisa segera berhenti,” pungkasnya. (dsk/ali/jp).







