TAMIANG LAYANG- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kalimantan Tengah, H Hasan Basri, membekali 84 jemaah haji reguler Kabupaten Barito Timur dengan materi Kiat-Kiat Mencapai Haji Mabrur dalam kegiatan Pembinaan Jemaah Haji Reguler Tahun 1448 H/2027 M, Sabtu (7/11/2026).
Kegiatan yang digelar Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Barito Timur di aula kantor setempat itu diikuti 84 jemaah, terdiri atas 78 jemaah berdasarkan urutan porsi dan enam jemaah lunas tunda dari tahun sebelumnya.
Dalam pemaparannya, H Hasan Basri, menegaskan bahwa tujuan utama ibadah haji bukan sekadar menuntaskan rangkaian ritual di Tanah Suci, melainkan memperkuat tauhid, meningkatkan ketakwaan, dan membentuk pribadi yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.
Menurutnya, haji mabrur tercermin dari perubahan sikap dan perilaku jemaah ke arah yang lebih positif. Karena itu, kemabruran tidak cukup diukur dari pelaksanaan ibadah selama di Tanah Suci, tetapi juga dari konsistensi menjaga nilai-nilai kebaikan setelah menunaikan haji.
Ia mengingatkan bahwa kesempurnaan ibadah haji dan umrah harus berlandaskan niat ikhlas semata-mata mengharapkan rida Allah SWT. Hal tersebut sebagaimana perintah dalam Surah Al-Baqarah ayat 196 untuk menyempurnakan ibadah haji dan umrah karena Allah.
Jemaah juga diminta menjaga diri dari perkataan kotor, perbuatan fasik, dan pertengkaran selama menjalankan ibadah. Sikap tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas ibadah sekaligus membangun hubungan yang baik antarsesama jemaah.
Untuk meraih predikat haji mabrur, Hasan Basri memaparkan tujuh kiat yang perlu diterapkan jemaah, yakni meluruskan niat, menggunakan bekal yang halal, memahami manasik haji, menjaga lisan dan perilaku, menebarkan kebaikan, menjaga kesehatan fisik, serta mempertahankan amal saleh.
Ia juga mengajak jemaah mengisi seluruh rangkaian perjalanan haji dengan kegiatan bermanfaat dan memperbanyak ibadah. Jemaah diharapkan memahami serta melaksanakan rukun, wajib, dan sunah haji sesuai tuntunan, sekaligus menjauhi segala larangannya.
H Hasan Basri menjelaskan, kemabruran haji dapat dikenali melalui perubahan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Di antaranya semakin santun dalam bertutur kata, menebarkan kedamaian, meningkatkan kepedulian sosial, memiliki akhlak yang lebih baik, istikamah beribadah, bersikap tidak berlebihan terhadap urusan dunia, serta meninggalkan perbuatan maksiat.
Menurutnya, predikat haji mabrur harus terus dijaga setelah jemaah kembali ke daerah masing-masing. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan memperkuat keimanan dan ketakwaan, meningkatkan kepedulian sosial, menjaga lisan dan akhlak, menjauhi kemaksiatan, serta membersihkan hati.
Selain kesiapan spiritual, ia turut menekankan pentingnya menjaga kesehatan sebagai bagian dari persiapan ibadah haji. Jemaah dianjurkan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, mengonsumsi sayur dan buah, melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, menghindari rokok, serta menjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk mempertahankan kondisi istithaah kesehatan.
Pada bagian akhir pemaparannya, H Hasan Basri menekankan bahwa keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji tidak hanya dilihat dari terlaksananya seluruh rangkaian ritual, tetapi juga dari dampak positif yang dibawa jemaah setelah kembali ke lingkungan masyarakat.
Hal tersebut sejalan dengan konsep Tri Sukses Haji, yang mencakup sukses ritual, sukses ekosistem ekonomi haji, serta sukses peradaban dan keadaban.
Melalui pembinaan ini, 84 jemaah haji Kabupaten Barito Timur diharapkan semakin siap menghadapi perjalanan ibadah, baik dari aspek pemahaman manasik, kehalalan bekal, kesehatan fisik, maupun kesiapan spiritual, sehingga dapat menjalankan ibadah sesuai tuntunan syariat dan meraih predikat haji mabrur. (zi/jp).












