BREAKING NEWS

Tampilkan postingan dengan label Lintas Kota Banjarmasin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lintas Kota Banjarmasin. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 Agustus 2023

Ponpes Modern Al Furqan Banjarmasin 3 Terapkan Disiplin Kepada Anak Didik

BANJARMASIN-  Pondok Pesantren Modern Al Furqan Cabang Muhammadiyah Banjarmasin 3, di Jalan Cemara Kota Banjarmasin banyak menjadi daya tarik bagi orang tua yang ingin menyekolahkan anak-anaknya, bukan saja di wilayah Kota Banjarmasin bahkan ada juga yang diluar daerah, seperti Kalteng.

Direktur Pontre-Mu, Fahmi Riady ketika ditemui awak media di ruang kerjanya, Rabu (23/8) mengatakan, untuk tingkat disiplin kepada para santri, pihaknya selalu menerapkan aturan yang tegas terhadap anak didik. Seperti pengembangan akhlak, sopan santun, adab berpakaian, dan disiplin shalat. 

"Sehingga kami pihak sekolah memberikan jaminan kepada orang tua yang mempercayakan anaknya kepada kami," jelasnya.

Oleh karena itu, kata Fahmi Riady, pihaknya mendapat predikat yang baik di mata masyarakat terutama bagi orang tua santri yang memberikan kepercayaannya kepada kami pihak sekolah.

Adapun Visi MTs Muhammadiyah 3 Al Furqon Banjarmasin adalah Visi Terwujudnya manusia yang bertaqwa, berakhlak mulia, berilmu terampil dan mampu mengaktualisasikan diri dalam kehidupan bermasyarakat sesuai dengan AlQur’an dan Sunnah Rasul. 

Dengan Misi yaitu Menciptakan Lembaga Pendidikan yang Islami dan berkualitas. Menyiapkan Kurikulum yang mampu memenuhi kebutuhan anak didik dan masyarakat, serta menyediakan tenaga kependidikan yang professional dan memiliki kompetensi di bidangnya, dan menyelenggarakan proses pembelajaran yang menghasilkan lulusan yang berprestasi.

"Tujuan pendidikan nasional mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman, bertaqwa, berakhlak mulia, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, bertanggung jawab, dan demokratis. Dengan tujuan lainnya Pendidikan Dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan yang lebih lanjut, sehingga unggul dan kompeten," tuturnya.
Menurutnya, Al-Furqan membangun santri yang kompeten dan unggul di bidang ilmu- ilmu dasar keislaman, teknologi, seni, dan budaya.

Fahmi juga menyebut, untuk jumlah anak didik pada tahun 2023 ini, yaitu untuk Madrasah Ibtidaiyah ada 572, Madrasah Tsanawiyah ada 604 anak didik, serta Madrasah Aliyah ada 209 anak didik dan Sekolah Menengah Kejuruan ada 118 anak didik, dengan total keseluruhan anak didik berjumlah 1.503 anak didik.

Diutarakan Fahmi, untuk SMK Farmasi Al Furqan ini sudah meloloskan 11 angkatan.

"Jika melihat jumlah anak didik selama dua tahun terakhir ini, ada mengalami kenaikan karena banyaknya minat anak yang sudah lolos MTs Al Furqan melanjutkan ke SMK Farmasinya," jelasnya.

Dijelaskannya, kenapa SMK Farmasi ini menjadi daya tarik bagi anak dan orang tua, terutama banyak alumni dari lulusan SMK Farmasi Al furqan yang berhasil dan sudah bekerja, karena ketika anak didik lolos mereka juga mendapatkan sertifikat dari lembaga resmi.

"Sehingga bisa di gunakan untuk bekal mereka bekerja di apotek atau melanjutkan studinya dalam bidang ilmu farmasinya,” tegasnya.
Sementara itu, Kepada Sekolah SMK Farmasi Al Furqan Banjarmasin, Ghazali Rahman, S.Pd.I, M.Pd, menambahkan, untuk tingkat kedisiplinan  pihaknya lebih mengutamakan santri wajib mengikuti semua pelajaran sesuai jadwal yang telah ditentukan dengan segala kegiatan. Juga sebelum pelajaran pertama dimulai santri shalat dhuha dan dilanjutkan dengan tadarus Al Qur’an kurang lebih 10 menit.

"Untuk pelanggaran membawa handphone yang pertama kali disita selama seminggu, kalau yang kedua kali disita selama sebulan dan pengambilan harus orang tua atau wali santrinya. Jika kedapatan ketiga kalinya akan dikembalikan setelah santri lulus dari kelas 12,” ujarnya.

Ghazali juga menghimbau, kepada para orang tua santri untuk membantu pihak sekolah dalam menerapkan disiplin kepada anak.

"Utamanya tentang larangan tidak boleh membawa handphone ke sekolah karena berdampak mengganggu proses belajar mereka," pungkasnya. (ali/jp).

Selasa, 19 Mei 2020

Ratusan Orang Menjalani Pemeriksaan Swab

BANJARMASIN - Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTP2) Covid-19 Kota Banjarmasin, melaksanakan pemeriksaan swab di Kantor Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin dan Laboratorium Kesehatan Daerah Banjarmasin, Jalan Pramuka Komplek Tirta Dharma (PDAM) Kilometer 6, Minggu (17/05) belum lama tadi.

Jubir TGTP2 Covid-19 Banjarmasin, Machli Riyadi mengatakan, Pemeriksaan swab tersebut dilakukan kepada orang-orang yang sebelumnya dinyatakan reaktif pada rapid tes yang dilakukan beberapa hari sebelumnya.

"Mereka adalah 129 yang reaktif pada rapid test masal di enam pasar, 47 orang di Pasar Sentral Antasari, dan juga ditambah dengan yang selama ini sudah antri dari tracking puskesmas-puskesmas yang ada di Banjarmasin. Serta ada beberapa WNA asal Pakistan yang kemarin di rapid test didapati reaktif," ujar Machli.

Machli menargetkan, pihaknya bisa melaksanakan pemeriksaan swab lebih kurang kepada 168 orang. Pasalnya pemeriksaan swab tersebut, didukung dengan tenaga yang cukup banyak dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) dan Dinkes Provinsi Kalimantan Selatan.

"Kita berharap dengan semakin cepat melakukan pemeriksaan swab ini, maka semakin cepat juga kita menemukan orang-orang yang positif atau terkonfirmasi positif Covid-19. Sehingga semakin cepat kita melakukan penanganan, karena upaya ini bagian dari salah satu memutus rantai penularan Covid-19 di kota Banjarmasin," harapnya.


Disampaikannya, hasil swab tersebut, juga tidak serta merta langsung diketahui hasilnya. Pasalnya, harus mengikuti antrian pemeriksaan di laboratorium di Banjarbaru. Mengingat, keterbatasan tenaga kerja, maka hanya mampu memeriksa 100 swab tiap harinya.

"Semoga dalam waktu tiga sampai empat hari kedepan sudah kita ketahui hasilnya," ucapnya.

Dia juga menambahkan, jika nanti hasilnya ditemukan positif, maka yang bersangkutan akan dikarantina di rumah, karantina yang ada di Jalan Perdagangan. Bahkan disampaikannya, sebebelum positif pun mereka yang kemarin di rapid test hasilnya reaktif, sudah dihimbau untuk melakukan karantina di rumah karantina.

"Minimal dengan karantina disana sudah bisa meminimalisir penyebaran terhadap keluarga yang berada dirumahnya dulu, jika kemudian memang dinyatakan positif. Jika tidak cukup di rumah karantina di Jalan Perdagangan, maka akan kita kirim ke rumah karantina di Banjarbaru," jelasnya.

Machli Riyadi yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjamasin menyampaikan, jika ada yang ingin mengkarantina diri di rumah karantina yang disiapkan pemerintah maupun gugus tugas, bisa melapor melalui RT maupun ke Puskesmas, agar selanjutnya bisa di antar ke rumah karantina tersebut, pungkasnya. (diskominfotik-jp).

Minggu, 17 Mei 2020

Pedagang dan Pengunjung Pasar di Rapid Tes, 129 Orang Hasilnya Reaktif

BANJARMASIN- Rapid test massal yang dilaksanakan Dinkes Kota Banjarmasin bersama Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjarmasin di enam pasar yang ada di Kota Banjarmasin dipantau langsung oleh Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina.

Bahkan, saat itu orang nomor satu di kota berjuluk seribu sungai tersebut, juga terlihat memberikan semangat dan dukungan kepada masyarakat yang ada di lokasi agar bersedia dilakukan rapid tes.

“Jangan malu-malu untuk ikut di rapid tes, ini untuk mengetahui status reaktif kita atau tidak, itu yang paling penting,” ucapnya.

Beberapa orang warga yang awalnya terlihat ragu-ragu, akhirnya bersedia melakukannya.

Dalam kegiatan, Sabtu (16/05) pagi itu, setidaknya ada 6 lokasi pasar yang disambangi tim bersama H Ibnu Sina, yakni Pasar Pekauman, Pasar Lokasi, Pasar Lama, Pasar Lima serta Pasar Sudimampir, dan  Pasar Binjai.

Sementara untuk jumlah sumple acak yang diambil dari masyarakat, yang berada di kawasan pasar tersebut sekira 1.550 orang.

Selain memberikan dukungan dan semangat kepada masyarakat untuk mengikuti rafid tes, H Ibnu Sina juga memberikan imbauan kepada para pedagang dan pembeli di pasar, agar selalu mematuhi protokol kesehatan.

"Untuk enam pasar di Banjarmasin, pastikan pembeli dan pedagangnya menggunakan masker dalam beraktivitas, itu yang paling penting, kemudian jaga jarak, cuci tangan dan yakinlah bahwa kalau kita sudah menerapkan itu, insyaallah kita terhindar,” ujarnya.

Dari informasi yang terhimpun, jumlah populasi sumple rafid test yang dilaksanakan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjarmasin sekira 1.361 orang, dari 1.550 orang yang direncanakan.

Pasar Pekauman, 250 orang, Pasar Lokasi, 200 orang, Pasar Lama 250 orang, Pasar Lima 300 orang serta Pasar Sudimampir 300 orang dan Pasar Binjai 250 orang.

Dari hasil kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga pukul 12.00 itu, yakni di Pasar Pekauman, dari 186 orang sumpel rafid yang diambil, 12 diantaranya hasilnya reaktif dan 174 tidak reaktif.

Kemudian di Pasar Lokasi, dari 205 orang sumple rafid, 6 diantaranya hasilnya reaktif dan 199 tidak-reaktif. Sedangkan di Pasar Lama, dari 245 orang sumple rafid, 30 orang diantaranya hasilnya reaktif dan 215 orang lainnya tidak reaktif .

Selanjutnya di Pasar Lima, dari 297 orang sumple rapid test, 30 orang diantaranya dinyatakan reaktif dan 267 orang lainnya menunjukkan hasilnya tidak reaktif.

Serta di Pasar Binjai, dari 180 orang sumple rapid, 30 reaktif dan 150  tidak reaktif, dan di Pasar Sudimampir, dari 248 orang sumple, 21 orang hasilnya rekatif, sedang 227 orang tidak reaktif.

Dari hasil tersebut, maka diketahui jumlah seluruh sumple yang hasilnya menyatakan reaktif sekira 129 orang, sedangkan sumple yang hasilnya menyatakan tidak reaktif berjumlah 1.232 orang, pungkasnya.(prokom-bjm/jp).

Sabtu, 02 Mei 2020

Pasca Sosialisasi PHBS dan PSBB, Disperindagin Sidak Pasar Tradisional

BANJARMASIN - Memasuki hari ke-7 pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Banjarmasin, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin menggelar inspeksi mendadak (sidak) pada tiga pasar tradisional yaitu pasar Telawang, Pasar Teluk Tiram dan Pasar Teluk Dalam, Kamis (30/04).

Kepala Bidang Peningkatan Sarana Distribusi Perdagangan (PSDP) dan Pasar Disperdagin Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar mengatakan, kegiatan ini merupakan lanjutan dari apa yang sudah dilaksanakan pada 4 pasar tradisional sebelumnya. yaitu memberikan sosialisasi terkait Peraturan Walikota (Perwali) Nomor 3 Tahun 2020 serta menyampaikan beberapa himbauan," ucapnya.

Ichrom menambahkan, dari tiga pasar  itu, memang masih ada ditemukan toko atau kios yang buka melewati jam operasional, khususnya pedagang yang ada di lantai dasar Pasar Kuripan. Sedangkan di lantai 2 hanya ada beberapa yang masih buka.

"Pada prinsipnya hampir semua pasar yang kita datangi sudah banyak yang tutup pada waktu yang ditentukan, dengan kisaran persentase masing- masing pasar antara 10 hingga 20% saja," katanya.

Ia juga mengimbau, kepada para pedagang agar bisa melaksanakan amanat peraturan yang sudah ditetapkan dalam pemberlakuan PSBB, baik terkait pembatasan waktu operasional sesuai dengan klasifikasi pasar ataupun yang lainnya.

"Hal ini dilakukan dengan harapan dapat mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Banjarmasin ini," ungkapnya.

Sedangkan untuk himbauan penggunaan masker pelindung hidung dan mulut, rata-rata pedagang maupun pembeli sudah terlihat banyak yang disiplin dalam menerapkannya.

"Alhamdulillah dari semua pasar yang kita datangi hari ini, hanya sekitar 2 hingga 5% saja pedagang maupun pembeli yg belum mengenakan masker," ujarnya

Kita semua tidak ingin masa pemberlakuan PSBB, ditambah hanya karena hasil yang didapat dari pemberlakuan PSBB yang sekarang tidak maksimal, harapnya.

Untuk itu, ia mengajak, kepada seluruh masyarakat terutama yang beroperasional di kawasan pasar, agar tetap berkomitmen bersama dapat melaksanakan sebaik mungkin kebijakan PSBB itu.

"Tentunya dengan mentaati peraturan waktu operasional, serta selalu disiplin memakai masker, dan cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir setelah dan sebelum melakukan transaksi. Dan tidak lupa juga untuk selalu berdoa agar wabah ini bisa segera menghilang serta dapat mengembalikan kehidupan normal seperti sediakala," pungkasnya. (diskominfotik/jp).

Jumat, 24 April 2020

Rapid Test Acak, Semuanya Negatif

BANJARMASIN - Tim Gugus Tugas Pencegahan, Pengendalian dan Penanganan (P3) Covid-19 Kota Banjarmasin, melakukan tes cepat atau rapid test kepada lima orang secara acak di Duta Mall Banjarmasin, Kamis (23/04).

Mereka yang dipilih secara acak yakni dua pengunjung, pegawai mall, driver ojol, dan Manager Operasional Duta Mall Banjarmasin juga dipilih untuk menjalani test di dalam ambulan keliling milik Pemko Banjarmasin di halaman parkir mall.

"Gunanya agar kita mengetahui kondisi mereka, karena dengan banyaknya jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) yang ada di Banjarmasin hingga saat ini sekitar 260 orang, sehingga penting untuk melakukan sampling," ucap Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Machli Riyadi sekaligus menjabat Juru Bicara Tim Gugus Tugas P3 Covid-19 Kota Banjarmasin.

Machli mengatakan, rapid test secara acak juga akan dilaksanakan di empat titik lagi. "Melakukannya secara acak supaya mengetahui sedini mungkin apakah penularan atau penyebaran itu sudah ke mana-mana, sehingga tempat-tempat umum yang menjadi sasaran untuk kita melakukan bagian dari strategi memutus mata rantai penularan," tuturnya.


Hasil rapid test langsung disampaikan kepada mereka yang dipilih secara acak. semuanya negatif dari Covid-19 atau Virus Corona. "Itu hak mereka untuk tahu bagaimana hasilnya," ucapnya.

Jika saja ada yang positif saat di rapid test, maka mereka akan di edukasi untuk selanjutnya karantina mandiri selama 14 hari dirumahnya. "Kalau tidak, ya kita antar kerumah karantina," ungkapnya.

Risdayanti, pegawai salah satu toko di Duta Mall Banjarmasin mengaku memang sejak lama ingin melakukan rapid test guna mengetahui kondisi kesehatannya.

"Saya pribadi memang ingin dites dari dulu. Pas banget tadi ada diajak, saya langsung mau. Alhamdulillah hasilnya negatif. Lebih baik jaga-jaga, kalau sudah dites tentu kita dapat mengetahui kondisi kesehatan kita," katanya.(diskominfotik/jp)
 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes