Selasa, 03 Januari 2023
Diskop UKM Kalsel dan Baznas Serahkan Bantuan Gerobak 30 Unit
Rabu, 21 Desember 2022
Pemprov Dorong Penguatan Peran MUI Kalsel
Film Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari, Paman Birin Perankan Sosok Khalifah
Penayangan perdana disaksikan langsung Pelaksana Harian (Plh) Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin bersama para pejabat Pemprov Kalsel dan para siswa SMAN dan SMK di Bioskop Kota Cinema Mall, Banjarmasin, Selasa (20/12) siang.
Film yang digagas Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor atau Paman Birin ini menceritakan sosok Muhammad Arsyad Al Banjari sejak kecil yang sudah memililiki bakat keilmuan yang luas hingga menjadi sosok sangat penting di Kesultanan Banjar.
Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor juga menjadi salah satu aktor pada film tersebut.
Paman Birin memerankan sosok Khalifah Sahbirin. Pada film tersebut Paman Birin mengabarkan kepada masyarakat akan kedatangan Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari yang disambut oleh masyarakat setelah 30 tahun menimba ilmu Tanah Suci Mekkah.
Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari lahir di Martapura, Kalimantan Selatan, pada 17 Maret 1710 M atau 1122 H.
Sekitar umur 30 tahun, Muhammad Arsyad al-Banjari ingin melanjutkan pendidikannya ke Tanah Suci Mekkah.
Selama belajar di Arab, ia pun bersahabat dengan beberapa orang dari Tanah Air yang juga menuntut ilmu di sana. Mereka adalah Abdul Rahman al-Batawi, Daud al-Fatani, Abdul Shomad al-Palimbani, dan Abdul Wahab al-Makassari.
Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari kembali ke tanah kelahirannya pada 1772. Kedatangannya disambut oleh Sultan Tahmidullah II, yang saat itu memimpin Kesultanan Banjar.
Ia pun ditunjuk oleh Sultan Tahmidullah II menjadi ulama untuk mengembangkan keilmuan dan memajukan agama Islam di Kesultanan Banjar.
Sultan Tahmidullah II inilah yang kemudian menekannya untuk mengarang sebuah kitab.
Muhammad Arsyad al-Banjari kemudian mengarang Kitab Sabilal Mubtadin, yang menjadi pedoman pendidikan agama Islam di Kesultanan Banjar. (adpm/jp).
Senin, 19 Desember 2022
Sekdaprov Pimpin Upacara Hari Bela Negara ke-74 Lingkup Pemprov Kalsel
Sekdaprov Kalsel Tinjau Pasar Raya TPID 2 di Siring 0 Km Banjarmasin
BANJARMASIN- Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel (Sekdaprov) Kalimantan Selatan, Roy Rizali Anwar didampingi Kepala Bagian Kebijakan Perekonomian, Biro Perekonomian setempat, Agus Salim melakukan peninjauan kegiatan Pasar Raya TPID 2 di halaman Kantor Gubernur Kalsel, Banjarmasin Minggu (18/12) pagi.
Turut melakukan peninjauan kegiatan dalam rangka pengendalian inflasi ini, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Kalsel, Wahyu Pratomo dan Kepala Bulog Divisi Regional Kalsel, Muhammad Imron Rosidi.
Pasar Raya yang didalamnya ada pasar murah ini adalah upaya Pemprov Kalsel untuk mengendalikan inflasi sebagaimana yang terus diharapkan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor atau Paman Birin.
Pada Pasar Raya kedua yang diselenggarakan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kalsel menyediakan sejumlah bahan pokok bersubsidi sehingga ditawarkan dengan harga lebih murah.
Misalnya beras premium isi 5 kilogram cuma Rp40.000, bawang merah Rp20.000kg, sayur mayur hingga ikan yang jauh lebih murah dibanding harga pedagang di pasar.
Selain menyaksikan antusias masyarakat berbelanja di area pasar raya, Sekdaprov juga berdialog dengan pengunjung dan pedagang.
Beberapa hal penting yang menjadi perhatian Sekdaprov didiskusikan dengan Kepala Bulog Kalsel dan Kepala BI Perwakilan Kalsel di area Pasar Raya yang diselenggarakan 16-18 Desember 2022 itu.
Bahan kebutuhan beras yang saat itu menjadi perhatian banyak masyarakat, menurut Sekdaprov Roy perlu ditindaklanjuti dengan serius.
Bahkan ia menyarankan akan diselanggarakan penjualan khusus beras beberapa kali lagi di penghujung tahun ini agar bisa membantu masyarakat.
Sebelumnya, kegiatan serupa berlangsung di halaman Kantor Gubernur Kalsel di Banjarmasin ini mulai 18 – 20 November 2022. (adpm/jp).

















