BREAKING NEWS

Tampilkan postingan dengan label marabahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label marabahan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Februari 2020

Batola Menjadi Kabupaten Pertama Melakukan Sensus Online Di Kalsel



 MARABAHAN - Bupati Hj. Noormiliyani AS menerima Audensi Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Barito Kuala (Batola) Akhmad Rosihannoor beserta staf, yang bertempat di ruang rapat Bupati Batola di Marabahan, Selasa (11/02).

Audiensi ini dalam rangka persiapan sensus penduduk 2020 yang akan di lakukan oleh BPS Batola, dan akan melaksanakan sensus secara online melalui website https://sensus.bps.go.id/, yang di mulai 15 Februari sampai 31 Maret 2020. Sedangkan sensus dengan metode wawancara akan dilaksanakan 1 hingga 31 Juli 2020.   

Menurut Akhmad Rosihannoor, Batola tahun ini menjadi kabupaten pertama yang melakukan sensus online di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Saya berharap seluruh masyarakat Kabupaten Barito Kuala, lebih aktif dalam memperbaharui data keluarganya melalui website BPS,” ungkap Akhmad.

Masih menurut Akhmad, menambahkan sensus online akan memudahkan petugas saat sensus karena banyak data telah terisi, bahkan lengkap. Sensus sendiri, terang Akhmad untuk mendukung program Pemerintah Pusat untuk menyatukan data kependudukan. Disdukcapil dan BPS dalam satu wadah.

Menurut rencana, Senin (17/02/2020) pencanangan sensus penduduk akan di lakukan oleh Bupati. Hj Noormiliyani di halaman Kantor Bupati Batola. 

Hal ini di laksanakan sebagai bentuk dukungan bupati sekaligus sebagai contoh bagi masyarakat agar berperan aktif dalam memutakhirkan data diri dan keluarga.

“Saya harapkan seluruh masyarakat Kabupaten Barito Kuala, agar berperan aktif dalam sensus penduduk 2020,” harap Noormiliyani. 

Bupati juga mengingatkan masyarakat agar menerima petugas sensus penduduk 2020 yang berkunjung ke rumah untuk melakukan wawancara. 

Sensus yang di lakukan 10 tahun sekali ini, tidak hanya menjadi perhatian BPS namun juga pemerintah daerah. Mengingat data yang terkumpul dan menjadi satu data kepundudukan dapat di manfaatkan seluruh SKPD untuk menjalankan tugas masing-masing, pungkasnya. (hum-batola/jp)

Sabtu, 01 Februari 2020

Gubernur Kalsel Serahkan SAKIP Kepada Bupati Batola



MARABAHAN - Masyarakat Barito Kuala patut berbangga dengan perolehan nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) pada tahun 2019 ini. Karena Batola mendapat nilai B yang diserahkan langsung oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenpanRB) melalui Gubernur Kalimantan Selatan H. Sahbirin Noor, Senin (27/1).

Penyerahan SAKIP dilakukan di Nusa Dua Bali pada Senin 27 Januari, belum lama tadi dan diterima langsung oleh Bupati Barito Kuala Hj. Noormiliyani AS. Barito Kuala mendapat peningkatan nilai yang sangat signifikan yaitu 6 poin dari tahun 2018, dengan kenaikan dari 61 poin menjadi 67 poin di 2019 ini. Barito Kuala hanya kurang 3 poin dari Kota Banjarmasin dan HSS yang mendapat nilai BB.
Barito Kuala memang terus berbenah dan terus melakukan evaluasi internal kinerja triwulan agar lebih efisien anggaran, dan penyesuaian SOTK berbasis kinerja dan sesuai dengan visi misi Barito Kuala. Sehingga diharapkan kedepannya mendapat nilai SAKIP BB tahun depan.

Bupati Barito Kuala Hj. Noormiliyani berpesan kepada seluruh pimpinan SKPD agar berkomitmen menerapkan SAKIP secara sungguh-sungguh dan menindak lanjuti hasil evaluasi SAKIP 2019 ini, agar dapat meningkatkan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat sehingga peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai.

“Pimpinan SKPD diharapkan dapat bersungguh-sungguh menerapkan SAKIP dan menerapkan hasil evaluasi SAKIP 2019,” ungkap Bupati.

Kepala Organisasi Sekretariat Daerah Barito Kuala H Ibadurrahman menambahkan bahwa untuk mencapai nilai BB di tahun 2020 Barito Kuala harus banyak berbenah mulai dari sisi perencanaan terkait sinkronisasi perencanaan dari RPJMD, RESTRA, dan RENJA program kegiatan sampai penyusunan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA). 

Kemudian dari sisi efektifitas maupun efeisiensi dari program kegiatan beserta efesiensi penggunaan anggaran agar sesuai dengan Visi Misi Daerah.

“Program kegiatan harus difokuskan pada kegiatan yang mendukung visi dan misi Daerah,” tegas pria yang akrab disapa H. Ibad ini. (humas-batola/jp)

Rabu, 08 Januari 2020

Wajah Kota Marabahan akan Berubah


Dalam rangka menghadapi Hari Jadi (Harjad) ke-60 Kabupaten Barito Kuala (Batola) yang jatuh pada tanggal 4 Januari 2020, Bagian Humas dan Protokol (Humpro) menggelar Jumpa Pers dengan seluruh media cetak, elektronik, dan media online, Senin (30/12).

Jumpa Pers bertemakan “Mehas Bagawi Handeyah Biti/Kerja Keras, Kerja Sama Demi Batola Setara” kegiatan pun berlangsung di Aula Bahalap, dan langsung di hadiri Bupati Hj Noormiliyani AS, Ketua DPRD Saleh, Pj Sekda H Abdul Manaf, para anggota forkopimda tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan para pimpinan SKPD.

Di hadapan para wartawan, bupati perempuan pertama di Kalsel itu membeberkan tentang Visi Misi, Program Membangun Desa Menata Kota dan Program Khusus Kutabamara yang telah berjalan, serta rencana ke depan maupun prestasi yang telah di capai selama tiga tahun berjalan pemerintahannya bersama Wakil Bupati H Rahmadian Noor.

Acara jumpa pers yang dipandu Pj Sekda H Abdul Manaf ini juga berisi dialog dengan para wartawan serta pemberian sumbang saran para anggota forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat serta pemuda. 

Terkait dengan Misi Membangun Desa, bupati yang pernah menjabat Ketua DPRD Provinsi Kalsel ini mengatakan, berisi Program Bedah Kampung. Ia menjelaskan, sampai tahun 2018 desa tertinggal di Kabupaten Batola masih terdapat 19 desa.

Namun pada tahun 2019 telah dilaksanakannya Bedah Kampung Terintegrasi (BKT) di tiga desa yakni Banitan, Bahandang dan Sungai Telan Besar. Sedangkan sisanya akan diselesaikan pada tahun 2020, 2021, dan 2022.

“Untuk tahun 2020 rencananya kita akan lakukan BKT untuk enam desa yakni Tamba Jaya, Rantau Bamban, Muara Pulau, Patih Muhur Lama, Tabatan Baru, dan Balukung,” ucapnya.
Sementara itu terkait dengan program Menata Kota, menurut Noormiliyani, pada tahun 2019 telah dilaksanakan pembuatan ruang terbuka hijau di Jalan AES Nasution Marabahan, Taman Raja Tumpang, revetalisasi Taman Perkotaan Marabahan, dan pembuatan Taman PKK Marabahan.
Isteri anggota DPRD Provinsi Kalsel H. Hasanuddin Murad ini mengutarakan, dalam rangka melaksanakan penataan kota telah dibuat perencanaan jangka pendek (selama tiga tahun) dan jangka panjang (hingga 20 tahun ke depan) dengan pembangunan yang dilakukan tetap mempertahankan karakteristik Marabahan/Muara Bahan sebagai daerah yang berada di pinggir sungai. 

Untuk pembangunan jangka pendek 3 tahun ke depan yang akan dilaksanakan, sebut Noormiliyani, seperti pembuatan Bundaran Rumpiang, Gerbang Selamat Datang, Jalan Koridor Rumpiang – Marabahan, Penataan Simpang 4 Kota Marabahan, serta pembuatan Area Kuliner Marabahan.
Selain itu Program Khusus Kutabamara, terang dia, sedang dibuat ruas jalan yang menghubungkan Kecamatan Kuripan, Tabukan, Bakumpai, dan Marabahan sepanjang 59 kilometer. 

“Berbagai rencana pembangunan jangka pendek di atas, Pemkab Batola dalam jangka pendek tiga tahun ke depan juga akan menuntaskan pembangunan Jejangkit Ecopark yang lokasinya berada di bekas Venue HPS Desa Jejangkit Muara Kecamatan Jejangkit yang lengkap dengan berbagai sarana fasilitas seperti wahana wisata air, outbond, open hall, area mini zoo, pohon harapan, play ground, kolam pemancingan, campground, area mini farm, dan labirin island. 

Jejangkit Ecopark ini rencananya sudah harus selesai dibangun pada masa jabatan Noormiliyani – Rahmadian Noor berakhir pada 2022,” Jelasnya.

 
Namun selama tiga tahun berjalan, sejumlah prestasi ditingkat nasional maupun provinsi yang telah ditorehkan pasangan Bupati Noormilyani – Wakil Bupati Rahmadian Noor. Prestasi itu di antaranya berupa penghargaan Penerapan SRG oleh Menteri Perdagangan, Penghargaan Peduli HAM oleh Menkum HAM, Penghargaan Proklim oleh Menteri LHK, Penghargaan Kepatuhan dari Ombudsman RI, Pengelolaan dan Fisik Dana Desa Terbaik 1 se-Kalsel, Penghargaan Penanggulangan Bencana, dan Penghargaan Prestasi Inovasi Desa.


Selama menjabat, Noormiliyani mampu menjadikan Kota Marabahan meraih penghargaan Adipura selama dua tahun berturut-turut, melanjutkan predikat Opini WTP dari Bupati H Hasanuddin Murad hingga sekarang, dan sejumlah prestasi lainnya, pungkasnya. 
(humpro-batola/jp).

Selasa, 17 Desember 2019

TUJUH DESA DI BATOLA GELAR PILKADES

Sebanyak tujuh dari 195 Desa di Kabupaten Barito Kuala, telah  menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Gelombang III, Rabu (4/12).

Pelaksanaan pilkades mendapat pemantauan dari Asisten Bidang
Pemerintahan M Anthony dan Kadis PMPD Dahlan, jajaran Forkopimda/
mewakili, masing-masing camat beserta jajaran Forkopimcam.

“Untuk Pelaksanaan Pilkades Gelombang III, terdapat tujuh desa yang tersebar di tujuh kecamatan, antara lain Desa Antaraya Kecamatan
Marabahan, Sungai Rasau Kecamatan Cerbon, Belandean Muara Kecamatan Alalak, Jelapat Baru Kecamatan Tamban, Anjir Pasar Kota I Kecamatan Anjir Pasar, Roham Raya Kecamatan Wanaraya, dan Desa Bahandang Kecamatan Jejangkit,” Ungkap Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (PMPD) Batola Dahlan.

Mantan Kabag Humpro Setda Batola ini, juga menjelaskan Pilkades di Desa Antar Raya Kecamatan Marabahan diikuti 4 calon kades masing-masing Akhmad Liani, Samsuriadi, Muhammad Dong, dan Mahdiani. Untuk Desa Sungai Rasau Kecamatan Cerbon diikuti 5 calon masing-masing Anwari, Jam’ani, Syahruji, serta mulyono, dan Muhammad Kastalani.

Selanjutnya, untuk Desa Belandean Muara Kecamatan Alalak diikuti 5 calon masing-masing Muhammad Faisal, Fahrul, Andrie Arsyah, Muhammad Fadillah, dan Arbain. Desa Jelapat Baru Kecamatan Tamban diikuti 5 calon masing-masing Drs Samitra, M Sajali, Darno, Junaidi dan Sabdi.

“ Untuk Desa Anjir Pasar Kota I Kecamatan Anjir Pasar diikuti 4 calon masing-masing Uto AS, Fauzan Ramon, Suriansyah dan Abriansyah. Desa Roham Raya Kecamatan Wanaraya diikuti 2 calon yaitu Hasimudin dan Khairil Januar, selain itu Desa Bahandang Kecamatan Jejangkit diikuti 3 calon masing-masing Abdul Hadi, serta Masrudin, dan Supianie,”Ucapnya.

Selain itu ketua Panitia pemilihan kepala Desa Belandea Muara. Yasir ketika ditemui Jurnalis Post, mengatakan untuk jumlah calon ada 5, yaitu M. Faisal, Pahrul, Andrie, serta M. Fadilah dan Arbain, dengan jumlah pemilih 943, yang tersebar di 10 RT. dan tingkat kehadiran masyarakat untuk memilih pemimpinnya sebanyak 776.

Yasir juga menjelaskan berdasarkan rapat pleno perhitungan suara pemilihan kepala Desa Belandean
Muara Kecamatan Alalak pada hari rabu 4 Desember 2019, nomor urut 1 M. Faisal memperoleh suara sebanyak 238, nomor urut 2 Pahrul sebanyak 155, nomor urut 3 Andrie sebanyak 24 serta nomor urut 4 M. Fadilah sebanyak 253, dan nomor urut 5 Arbain memperoleh suara 103, jelasnya.
Dari pantauan Jurnalis Post dilapangan tentang pelaksanaan pemilihan kepala Desa Belandean  muara, sangat tegang dan memanas, karena calon urut 1 dengan urut 4 cukup bersaing ketat dan kemenangan suara M Fadilah dengan M Faisal hanya selisih 15 suara.

Aparat keamanan dari kepolisian di turunkan sebanyak 21 orang, gabungan dari Polsek Berangas serta Polsek Mandastana dan Polres Batola, langsung di pimpin oleh Kapolsel Berangas Ipda H. Misriadie. SH, untuk mengawal pelaksanaan pemilihan Kepala Desa Belandean Muara agar berjalan aman dan kondusif, pungkasnya.

(ant/ali/jurnalis-post)

NOORMILIYANI RAIH PENGHARGAAN SISTEM RESI GUDANG

Penghargaan diserahkan langsung
oleh Menteri Perdagangan Agus Suparmanto di Pendopo Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Kamis  (5/12), sebagai bentuk apresiasi atas peran aktif dalam mengimplementasikan Sistem Resi Gudang (SRG).

Hanya ada lima kabupaten yang
menerima penghargaan tersebut, yakni Kabupaten Barito Kuala, Wonogiri, Grobogan, serta Cianjur dan Aceh Tengah.

“Saya memberi apresiasi dan penghargaan kepada bupati yang berhasil mengimplementasikan SRG di daerahnya. Penghargaan ini diberikan terhadap mereka yang sukses membuat program kerja
pemerintah daerah untuk mengembangkan SRG berkelanjutan dan berinovasi dalam pemasaran hasil pertanian,” ujar Agus Suparmanto.

Mendag menjelaskan, sistem resi gudang diterapkan dengan landasan Undang-Undang No. 9/2006 dan diubah dengan Undang-Undang No.9/2011, dimana petani dapat menitipkan hasil panennya pada pengelola gudang dengan resi sebagai bukti dan Resi gudang yang berperan sebagai bukti  kepemilikan dapat diperdagangkan atau digadaikan.

Selain itu Bupati Batola Noormiliyani merasa bangga dan berbahagia atas penghargaan yang diberikan. Ia mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada masyarakat, khususnya para petani
yang mempercayakan resi gudang untuk penyimpanan hasil-hasil pertanian seperti padi.

“Kedepan sosialisasi harus lebih gencar, agar para petani dapat memahami keuntungan dari keberadaan SRG, sehingga semakin berminat untuk melakukan penyimpanan hasil-hasil pertanian di
gudang SRG,” ungkap Noormiliyani.

Dia juga menambahkan baru memiliki dua gudang SRG yaitu di Mandastana dan Anjir Muara, namun Kementerian Perdagangan menilai penggunaan sistem resi gudang di Batola berjalan lancar
dengan tunggakan nol persen. Gudang SRG Mandastana yang telah berfungsi sejak 2009, ucap dia, berkapasitas 1.000 ton dan kini telah terisi 408 ton.

Pada 2019 ini, telah berfungsi pula gudang kedua di Anjir Serapat Kecamatan Anjir Muara dengan kapasitas 1500 ton dan sementara telah terpakai 15 ton dan akan disusul gudang baru di Kecamatan Cerbon.

Selain itu Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Batola Surono mengatakan, selain memperoleh asuransi kebakaran dan kebanjiran, plafon kreditnya bisa mencapai
70 persen dari nilai jumlah gabah yang disimpan.

“Resi gudang ini dapat dijaminkan dan akan cair dalam waktu satu hari di Bank Kalsel. Selain itu bunganya juga ringan yaitu hanya setengah persen,” ungkapnya.

(humpro-batola/jp)

Senin, 16 Desember 2019

BUPATI BANTU KORBAN PUTING BELIUNG JEJANGKIT DAN MANDASTANA

Bupati Barito Kuala Hj. Noormiliyani AS meninjau korban puting beliung yang menimpa warga di sejumlah desa di kecamatan Mandasta dan Jejangkit. Senin (18/11).

Kehadiran Noormiliyani yang didampingi Kapolres Batola AKBP Bagus Suseno, Kadis Sosial Fuad Syekh, SKPD terkait. Camat Mandastana dan Jejangkit beserta jajaran, para
anggota forkopimcam, dan para kades, selain untuk menyaksikan langsung dampak bencana juga untuk memberikan bantuan sembako dan peralatan lainnya bagi warga di beberapa desa di
kedua kecamatan tersebut.

“ Kita ingin melihat langsung sejauh mana dampak dari bencana untuk diambil langkah - langkah tindakan selanjutnya,” ucap Noormiliyani saat berada di lokasi.

Terhadap kerusakan yang terjadi, mantan Ketua DPRD Provinsi Kalsel itu menyatakan, akan dilakukan inventarisasi terlebih dahulu dengan penanganan yang diprioritaskan terhadap fasilitas umum seperti sekolah serta rumah warga terutama yang tidak mampu.

“Yang pertama di inventarisir adalah warga yang tidak mampu. Sedangkan penanganannya masih
dalam pertimbangan, apakah melalui dinsos, perkim atau lainnya,” ungkapnya.

Dia juga mengharapkan kebersamaan dalam penanggulangannya. Meski menyatakan sangat prihatin,
Noormiliyani tetap bersyukur, karena bencana yang datang tak bisa diprediksi, dan tidak menimbulkan korban jiwa.

Walau begitu, isteri mantan Bupati Batola H Hasanuddin Murad itu, tetap mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan berdoa agar bencana serupa tidak terulang serta tidak menimpa warga lainnya.
“Bencana ini tidak bisa kita antisipasi karena kejadiannya tak bisa diprediksi. Yang bisa kita kerjakan adalah bersama-sama menanggulangi secepat mungkin lewat tindakan nyata, bukan hanya di mulut saja,” Ungkapnya.

Seperti diketahui, musibah angin puting beliung menerpa beberapa desa di Kecamatan Mandastana dan Jejangkit, pada minggu (17/11). Peristiwa yang berlangsung sekitar pukul 16.15 Wita itu sedikitnya merusakan 57 bangunan yang berasal dari rumah warga dan fasilitas umum lainnya. Memang di wilayah Kecamatan Mandastana kerusakan menerpa 42 bangunan di antaranya 22
rumah dan 1 SDN di Desa Pantai Hambawang. Di Desa Bangkit Baru menerpa 4 rumah, dan
Desa Tabing Rimbah 8 rumah.

Sementara di Kecamatan Jejangkit terjadi di Desa Jejangkit Pasar dengan kerusakan 14 rumah dan
Kantor Desa Jejangkit Pasar, pungkasnya.

(humpro-batola/jp)
 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes