BREAKING NEWS

Tampilkan postingan dengan label pemkot banjarmasin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pemkot banjarmasin. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Februari 2020

Ibnu Sina Ingin Memajukan Banjarmasin Kota Sungai



BANJARMASIN - Apresiasi dan ucapan selamat kepada Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina atas keberhasilannya mendapatkan penghargaan bergengsi tahun 2020 dari Persatuan wartawan Indonesia (PWI) Pusat yakni, Penghargaan Anugerah Budaya, ternyata juga dilakukan para dewan juri pelaksana penilaian saat babak final perlombaan tersebut, antara lain Nungki Kusumastuti, Ninok Leksono, Agus Dermawan dan Yusuf Susilo Hartono.

Usai berakhirnya kegiatan Peringatan Hari Pers Nasional tahun 2020 yang dilaksanakan di kawasan Perkantoran Gubernur Kalsel, di Kota Banjarbaru, para juri tersebut menemui orang nomor satu di kota berjuluk seribu sungai ini, untuk bersilaturahim dan mengucapkan selamat secara langsung, Minggu (09/02).

Tentunya, kedatangan tamu istimewa itu di sambut hangat oleh suami Hj Siti Wasilah ini.
Bertempat di ruang tamu rumah jabatan Walikota Banjarmasin, di Jalan Achmad Yani, Komplek Dharma Praja, Kota Banjarmasin.


Selain memberikan ucapan selamat, lantaran dua kota di Provinsi Kalsel berhasil mendapatkan penghargaan tersebut, mereka juga memberikan kenang-kenangan sebuah buku yang berjudul “Dari Lorong-Lorong Istana Presiden”.

Mendapatkan “penghargaan tambahan" itu, H Ibnu Sina langsung mengucapkan terima kasih.
Di katakannya, Kota Banjarmasin merupakan kota pertama di Indonesia yang menerapkan peraturan tentang pelarangan penggunaan kantong plastic bagi ritel, dan toko modern.


Dan aturan yang di tuangkan dalam Perwali Nomor 18 tahun 2018 itu, katanya, selain mendapat apresiasi dari berbagai element masyarakat di kota ini, juga ditiru kota-kota lain di Indonesia.
Tak hanya itu, dalam kesempatan tersebut, 


“Dia juga menjelaskan salah satu produk unggulan Bumi Kayuh Baimbai, yang kini telah diakui oleh berbagai kalangan di Indonesia, sebagai warisan budaya yang berhasil di lestarikan Pemko Banjarmasin bersama masyarakat,”Ucap Ibnu Sina.

Memang pada bulan Janurai lalu, H Ibnu Sina bersama 9 kepala daerah calon penerima Penghargaan Anugerah Budaya di undang PWI Pusat, untuk memaparkan kegiatan yang berkaitan dengan usahanya mempertahankan budaya di daerahnya.

Maka di hadapan para dewan juri tersebut, materi yang di berikan H Ibnu Sina lebih berpokus pada kebudayaan sungai, yang merupakan kebudayaan asli masyarakat Kota Banjarmasin. Di katakannya, Pemko Banjarmasin saat ini sangat ingin memajukan Kota Banjarmasin dengan sebuah visi baru terkait dengan Banjarmasin Kota Sungai.

“Kota Banjarmasin dari dahulu di kenal sebagai kota seribu sungai (city of thousand river), sehingga tumbuh kembangnya akan sangat berarti apabila di lakukan menurut kebudayaannya.

Terkait usaha memajukan kota dengan aspek pendekatan kebudayaan, ia memiliki asumsi bahwa simbol peradaban sebuah kota itu adalah ketika budaya itu tumbuh dan berkembang,”Jelasnya.(prokom-bjm.jp)

Senin, 27 Januari 2020

Inspektorat Banjarmasin Mendapat Penghargaan APIP Level Tiga



BANJARMASIN - Prestasi membanggakan kembali ditoreh Inspektorat Kota Banjarmasin. Instansi pengawas sekaligus pembina aparatus sipil negera lingkup Pemko Banjarmasin ini, mendapat penghargaan sebagai Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) Level Tiga dari BPKP perwakilan Kalsel.

Penghargaan yang diserahkan langsung oleh Kepala BPKP Perwakilan Kalsel, Herman Hermawan kepada Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina itu diberikan lantaran, Inspektorat dinilai baik dalam melaksanakan proses penyusunan anggaran, pelaksanaan anggaran dan evaluasi serta pendampingan.

“Berbahagialah seluruh ASN Kota Banjarmasin karena telah mencapai sebuah predikat yang harus dipertanggung jawabkan secara langsung dalam proses penyusunan anggaran, pelaksanaan anggaran dan evaluasi serta pendampingan, karena kapasitas APIP kita sudah mencapai di level tiga. Saya kira ini akan menjadi perhatian dari Kemendagri,” ujar H Ibnu Sina, usai menerima penghargaan tersebut di Aula Kayu Baimbai, Balai Kota Banjarmasin, Senin (13/01). 

Masih menurut orang nomor satu di kota berjuluk seribu sungai ini, kegiatan pemeriksaan yang selama ini dilakukan jajaran Inspektorat Kota Banjarmasin harus diakui sudah optimal.

Untuk itu, ia tidak ingin bila apa yang telah dilakukan instansi tersebut dikatakan sebagai sebuah cara untuk mencari kesalahan, ucapnya.

Pasalnya selama ini, apa yang dilakukan oleh inspektorat merupakan sebuah proses edukasi untuk meluruskan kegiatan-kegiatan atau langkah-langkah yang dianggap tidak sesuai dengan ketentuan.

Maka dari itu untuk ke depannya, pemeriksaan yang dilakukan Inspektorat bisa memberikan sebuah garansi, sehingga setiap rupiah yang dikelola, yang dibelanjakan betul-betul bisa dipertanggung jawabkan dengan baik, dengan begitu proses penganggaran berbasis kinerja, betul-betul memberikan manfaat maksimal untuk masyarakat dan warga Kota Banjarmasin.

“Saya berharap agar pemeriksaan tahun 2020 yang akan dilaksanakan ini harus dapat memperbaiki kinerja pemerintah, dan pembangunan serta yang paling penting mencegah terjadinya penyalahgunaan kewenangan apalagi pemborosan keuangan daerah,” katanya.

Kepada seluruh ASN Lingkup Pemko Banjarmasin dia berpesan, dengan diraihnya penghargaan tersebut, ke depannya tidak ragu lagi untuk bertanya dan meminta pendampingan kepada para auditor, inspektur, serta inspektur bantu dalam melaksanakan kegiatan pembangunan, pungkasnya. (prokom-bjm/jp)

Walikota Banjarmasin Penerima Penghargaan Anugerah Kebudayaan dari PWI Pusat



BANJARMASIN -  Ketua Umum (Ketum) Persatuan Wartawan Indonesia PWI Pusat, Atal S Depari menegaskan, budaya adalah kebudayaan, dan merupakan sebuah kekuatan besar bagi sebuah bangsa yang berdaulat.


Bahkan, katanya, UNESCO juga menyatakan, budaya kebudayaan merupakan sebuah simbol super power. Karena itu, ia merasa sangat bangga dengan Negara kesatuan Republik Indonesia yang memiliki keragaman budayanya.

“Saya sangat mengapresiasi buat pecinta budaya terutama para Bupati Walikota yang menjadi nominasi sekarang untuk calon penerima penghargaan PWI, sudah pasti bapak ini sangat unggul dibandingkan daerah lain,” ungkapnya saat menyapaikan sambutan dalam kegiatan pengundian nomor urut untuk kegiatan presentasi dan tanya jawab dengan para dewan juri penyelenggaraan penghargaan anugerah budaya, Rabu (08/01).

Dijelaskannya lagi, seleksi penerima penghargaan ini dilakukan dengan sangat ketat dan lebih terukur. “Penjuriannya sangat terukur, karena itu kami sangat bangga pada kami sendiri karena kami sudah bisa melahirkan sistem penjurian yang sangat high,” ucapnya.

Sepuluh kepala daerah di Indonesia masuk dalam nominasi penerima Penghargaan Anugerah Kebudayaan dari PWI Pusat. Diantara kesepuluh kepala daerah itu, salah satunya adalah Walikota Banjarmasin, H Ibnu Sina. Orang nomor satu di kota berjuluk seribu sungai ini pun dinyatakan berhak mengikuti kegiatan presentasi dan tanya jawab tersebut dengan nomor urut 3.

Dari informasi terhimpun, Penghargaan Kebudayaan dari PWI Pusat itu rencananya akan diserahkan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo pada saat acara Hari Pers Nasional yang akan dilaksanakan di Kota Banjarbaru, Provinsi Kalsel, pada Bulan Februari mendatang.

Sedangkan para dewan juri dalam kegiatan tersebut terdiri dari, empat orang berbasis wartawan seperti, Ninok Leksono (Kompas, Rektor Universitas Multimedia Nusantara). Agus Dermawan T (pengamat, penulis seni, budaya, pariwisata), Atal S Depari (wartawan, Ketua Umum PWI Pusat), Yusuf Susilo Hartono (Pengurus PWI Pusat, Pemred Majalah Galeri). Dan satu orang dewan jurinya berbasis akademisi (penari, bintang film, Dosen Institut Kesenian Jakarta, Direktur IDF) pungkasnya. 
(prokom-bjm/jp)

Jumat, 10 Januari 2020

Walikota Banjarmasin Agar Pejabat Patuhi Pakta Integritas



Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina mengingatkan kepada seluruh pejabat lingkup Pemko Banjarmasin agar mematuhi semua point-point yang terdapat dalam fakta Integritas.

Oleh karena itu dengan melaksanakan point-point tersebut, maka pencapaian hasil pembangunan serta visi dan misi Banjarmasin Baiman akan segera terwujud, katanya saat memberikan arahan dalam kegiatan Pelantikan Pejabat Struktural, Pejabat Fungsional dan Kepala Sekolah lingkup Pemko Banjarmasin, Selasa (07/01).

“7 butir Fakta Integritas yang dibacakan tadi, Saya kira kalau ditepati dengan sebaik-baiknya maka pencapaian hasil-hasil pembangunan, visi dan misi Banjarmasin BAIMAN akan segera terwujud dengan secepat-cepatnya,” ucapnya. 

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Walikota Banjarmasin H Hermansyah, Ketua DPRD Kota Banjarmasin H Harry Wijaya, Sekda Kota Banjarmasin H Hamli Kursani dan seluruh kepala SKPD lingkup Pemko Banjarmasin, dan dalam kesempatan itu, ia juga menjelaskan tentang pelaksanaan kegiatan pelantikan tersebut.

Menurutnya pelantikan tersebut, dilaksanakan lantaran adanya perubahan nomenklatur dilingkungan Pemko Banjarmasin. Selain itu, terangnya lagi, untuk mengisi kekosongan jabatan yang disebabkan adanya ASN pensiunan, dll.

Untuk itu dia berharap, agar para pejabat yang baru saja diambil sumpahnya agar benar-benar melaksanakan tugas sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing. “Dengan sebuah harapan dan amanah yang diberikan kepada bapak ibu semua, mudah-mudahan bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan rasa tanggung jawab,” harapnya.

Ada sebanyak 176 orang pejabat yang mengikuti kegiatan pelantikan yang dilaksanakan di Aula Kayuh Baimbai, Balai Kota Banjarmasin.

Perubahan nomenklatur Susunan Organisasi Tata Kerja (SOTK) dilingkungan Pemko Banjarmasin terjadi di dua lingkup instansi yakni Dinas Kominfotik Kota Banjarmasin dan di Bagian Humas dan Protokol Setda Kota Banjarmasin.

“Yang mana ada beberapa sub bagian yang terdapat di lingkup bagian Humas dan Protokol dipindahkan ke lingkup Dinas Kominfotik.

Hal ini untuk mensesuaikan dengan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 14 Tahun 2016 tentang Pedoman Nomenklatur Perangkat Daerah Bidang Komunikasi dan Informatika. Kemudian ditindaklanjuti dengan Peraturan Daerah Kota Banjarmasin Nomor 3 Tahun 2014.

“Tentang Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah, dan Peraturan Daerah Kota Banjarmasin Nomor 7 Tahun 2016 tentang Pembentukkan dan Susunan Perangkat Daerah Kota Banjarmasin,
ada beberapa sub bagian yang dimutasi ke Dinas kominfotik Kota Banjarmasin yaitu diantaranya, Sub Bagian Pengelolaan Pengaduan Publik dan Sub Bagian Kehumasan. 


Sebagai gantinya, kini Bagian Humas dan Protokol berganti nama menjadi bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan yang membawahi tiga sub bagian antara lain, Sub Bagian Protokol, Sub Bagian Komunikasi Pimpinan dan Sub Bagian Dokumentasi, pungkasnya. 
(prokom-bjm/jp)

Rabu, 08 Januari 2020

Syukuran Ke-45 Tahun H Ibnu Sina Melaunching Sebuah Buku



Tepat tanggal 4 Januari 2020. Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina berumur 45 tahun. Acara syukuran atas diberikan nikmat umur panjang oleh Allah SWT pun digelar di Rumah jabatan Walikota Banjarmasin, di Jalan A Yani km 5, Komplek Dharma Praja, Banjarmasin Timur, Sabtu (04/01).

Tampak hadir Wakil Walikota Banjarmasin H Hermansyah beserta istri Hj Siti Fatimah, Forkopimda Kota Banjarmasin, para kepala SKPD lingkup Pemko Banjarmasin. Lalu apa keinginan pria kelahitan tahun 1975 ini, diusianya yang hampir mendaptki setengah abad ini.

Ternyata keinginannya sangat sederhana yakni, ingin anak-anaknya sehat dan diberikan keberkahan dalam hidup mereka. “Doanya untuk ananda Royan dan Ketiga anak saya yang lain, mudah-mudahan diberikan kesehatan, keafiatan dan diberikan keberkahan di setiap langkah mereka,” ucapnya.
Sambil memandang wajah keempat anaknya, Jundi Muhammad, Syarif Hidayatullah, Muhammad Alfatih dan Royyan Fathurrobani, yang terlihat duduk disamping Bundanya, Hj Siti Wasilah.
Kemudian harapan lain yang diucapkan pemimpin kota berjuluk seribu sungai ini adalah mendapat keistiqomahan serta kesehatan untuk dirinya dan seluruh lapisan masyarakat kota ini. 

“Saya memohon doa dari semuanya, mudah-mudahan diusia 45 ini diberikan keistqomahan, kesehatan, keafiatan, sehat bugar dan doa ini semoga kembali ke bapak ibu semua,” katanya.
Di kesempatan tersebut, H Ibnu Sina juga melaunching sebuah buku perjalanan upayanya, menjadikan Kota Banjarmasin sebagai kota sungai dan daerah ekonomi Kalimantan tahun 2025, dalam bentuk pembenahan sungai-sungai untuk kepentingan transportasi dan pariwisata. Buku setebal 24 halaman itu berjudul Sang Inspirator.

Acara Milad yang berlangsung dari pukul 12.00 wita itu juga dirangkai dengan acara khitanan anak keempatnya, Royyan Fathurrobani, pungkasnya.

(humpro-bjm/jp)
 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes