TABALONG - Berlarutnya rencana bantuan
untuk korban banjir di Kabuptaen Tabalong beberapa waktu lalu membuat wakil rakyat
di Graha Sakata memanggil mitra kerjanya.
“Pada rapat dengan mitranya, belum lama
tadi. Komisi II DPRD Tabalong menghadirkan Dinas Pertanian (Distan) setempat, membicarakan
persoalan bantuan untuk korban banjir,”katanya.
Ketua Komisi II DPRD Tabalong, Hj.
Sumiati mempertanyakan penyebab bantuan yang dijanjikan tak kunjung diterima oleh
petani yang sawahnya gagal tanam akibat musibah banjir yang melanda Bumi Saraba
kawa pada Februari lalu.
"Sudah empat bulan, masyarakat mempertanyakan
bantuan yang dijanjikan dinas terkait," ucapnya memulai pertanyaan kepada
Distan.
Sumiati juga meminta pihak Distan untuk benar-benar
melakukan inventarisir dan validasi data sawah para petani yang gagal tanam,
ucapnya.
Selain itu Plt. Kepala Distan Kabupaten Tabalong,
Noorzain A. Yani, menyampaikan, bahwa sekitar 4.014 HA sawah yang terdampak
banjir.“Dari jumlah tersebut sekitar 712,5 HA yang gagal tanam dan mengalami
fuso,"jelasnya.
Dia juga menambahkan Daerah gagal panen
terbanyak dikawasan Kecamatan Banua Lawas dan Kecamatan Pugaan.
Noorzain mengatakan, bahwa bantuan yang
akan diberikan kepada petani gagal tanam berasal dari CSR PT. Adaro Indonesia.
“Namun sambungnya lagi, proses
pemanfaatan dana CSR agak panjang dan menurut informasi dari pihak perusahaan
harus berkoordinasi dengan manajemen pusat di Jakarta terlebih dulu,”
pungkasnya. (kntrs/jp).



















