TAMIANG LAYANG - Penularan Covid-19 dari wilayah Kalsel telah menjadi kluster baru yang mengkhawatirkan. Pasalnya, lima kasus terkonfirmasi positif terbaru di Kabupaten Barito Timur berasal dari wilayah tersebut.
"Kondisi ini semakin diperparah, karena tidak adanya tempat isolasi khusus bagi mereka yang hasil rapid testnya reaktif," ucap Koordinator Bidang Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Barito Timur, Simon Biring, Minggu (05/07/2020).
Menurut Simon, itu yang menjadi masalah sekarang, karena kita tidak punya tempat isolasi.
"Beberapa waktu lalu jikalau ada yang reaktif langsung diisolasi, sekarang ini kita suruh pulang dan melakukan isolasi mandiri, jika orangnya tidak disiplin, maka akan menulari banyak orang," katanya.
Simon memprediksi, kalau masalah ini tidak segera diatasi, maka dalam beberapa minggu ke depan jumlah kasus positif Covid-19 bisa meningkat signifikan hingga tiga kali lipat.
"Jika tidak dibantu untuk menyiapkan tempat isolasi kami bisa kewalahan, yang isolasi mandiri juga kami tidak bisa awasi, seperti bidan yang sedang menjalani isolasi mandiri tapi bepergian ke Samarinda," tuturnya.
Oleh karena itu, Simon meminta dan menghimbau kepada masyarakat Barito Timur untuk mewaspadai penularan Covid-19 melalui Cluster Kalsel tersebut, dan bersungguh-sungguh menjalankan protokol kesehatan covid-19.
"Saat ini kembali kepada kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan covid-19 tanpa perlu dipaksa," jelas Simon.
Untuk diketahui, rinci Simon, data kumulatif kasus positif Covid-19 Kabupaten Barito Timur hingga Sabtu (04/07/2020) total berjumlah 22 orang. Dari jumlah tersebut, 11 orang masih dalam perawatan, 10 orang telah sembuh dan 1 orang meninggal dunia, pungkas.(zi/jp).










