TAMIANG LAYANG - Kepala Desa Tewah Pupuh, Kecamatan Benua Lima, Ardianto mengeluhkan sikap manajemen PT Bangun Nusantara Jaya Makmur atau PT BNJM yang belum juga memenuhi tuntutan warga Desa Tewah Pupuh terkait pencemaran Sungai Tewah.
"Sudah satu bulan sejak penandatangan berita acara pengecekan lapangan dan kesepakatan," kata Ardianto di Tewah Pupuh, Jumat (10/07/2020) kemarin.
Untuk diketahui, pada berita acara pengecekan lapangan yang ditandatangani bersama oleh Kepala Desa Tewah Pupuh, General Affair PT BNJM, Plt Kasi Pemantauan Kualitas Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Barito Timur serta Ketua BPD Tewah Pupuh pada tanggal 11 Juni 2020, pihak PT BNJM mengakui terjadi pencemaran lumpur pada Sungai Tewah akibat kegiatan pembukaan jalan yang dilakukan PT BNJM.
"Sungai tersebut merupakan sumber air bersih untuk konsumsi, mandi maupun cuci bagi sebagian besar warga Desa Tewah Pupuh,"ucapnya.
Karena itu, mewakili warganya, Kepala Desa Tewah Pupuh meminta PT BNJM membuat sumur gali sebanyak 12 buah lengkap dengan tower, tong air beserta alat penyedot air yang tersebar di RT 01 hingga RT 06.
Dia juga meminta, kepada perusahaan untuk membuat kolam penampungan limbah atau lumpur serta tidak membuang tawas ke Sungai Tewah demi menghilangkan dampak dari kegiatan jalan tambang PT BNJM.
"Untuk 3 hulu sungai yang dilewati oleh jalan tambang tersebut, harus dibuatkan 36 kolam penampungan limbah," tegas Ardianto.
Menanggapi tuntutan tersebut, General Affair PT BNJM Noorhadi mengungkapkan akan menyampaikan tuntutan tersebut kepada pimpinannya.
"Saya bukan pengambil keputusan dalam perusahaan, maka saya akan komunikasikan kepada pimpinan sebelum tuntutan ini dipenuhi, paling lambat satu minggu saya akan sampaikan keputusan perusahaan," kata Noorhadi.
Saat dihubungi awak media terkait keluhan Kepala Desa Tewah Pupuh tersebut, Noorhadi mengaku sedang cuti serta mengarahkan untuk menghubungi karyawan lain bernama Ludy yang bertanggung jawab atas masalah tersebut.
Namun ketika dimintai penjelasan, Ludy tidak memberikan jawaban yang pasti bagaimana penyelesaian tuntutan warga Desa Tewah Pupuh itu.
"Iyah pak kami sudah bicara dengan pak kades kemarin untuk masalah ini, sudah di sampaikan. Segera pak, nunggu jawaban dari pak kades," jawab Ludy lewat pesan via WhatsApp.(zi/b/jp).










