TAMIANG LAYANG - Wakil Bupati Bartim, Habib Sa'id Abdul Saleh menyambut Kunjungan Kerja Panitia Khusus DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Bupati Bartim, Jumat (17/07/2020).
Kunjungan Pansus DPRD Kalteng dipimpin Ketua Pansus Drs. Y. Freddy Ering, M.Si bersama anggota lainnya tersebut dalam rangka Pengawasan Anggaran Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2020 dan Pengawasan Penyaluran Bantuan Sosial Pemerintah.
Wakil Bupati Bartim, Habib Sa'id Abdul Saleh dalam sambutannya mengatakan, sejak diumumkan masuknya virus Covid-19 di Indonesia beberapa bulan yang lalu, hal itu langsung memberikan dampak yang sangat luas, diantaranya pada kesehatan, ekonomi dan sosial, yang sangat terasa dampaknya dari aspek ekonomi dan social di tengah masyarakat.
"Apabila masalah dampak ekonomi dan social tersebut tidak segera ditangani, maka akan mengakibatkan semakin
tingginya angka kemiskinan," ucap Wabup.
Menurutnya, Bantuan Sosial atau bansos ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah guna meringankan beban masyarakat yang sangat kesulitan selama masa pendemi Virus Corona ini.
"Saya berharap Bansos ini bermanfaat dan juga bisa membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak Covid-19, khususnya di Kabupaten Barito Timur," tuturnya.
Wabup juga menjelaskan, bahwa pihaknya bersama seluruh jajaran dari tingkat kabupaten, kecamatan sampai desa telah berusaha maksimal agar Bansos baik dari APBN, APBD Provinsi sampai APBDes untuk tepat sasaran dan tidak tumpang tindih.
"Dimana agar sasaran bansos tersebut benar-benar dipastikan adalah yang betul-betul keluarga yang memerlukan," jelasnya.
Masih kata Wabup, Kabupaten Barito Timur mempunyai 5 jenis bansos yang
bersumber dari APBN, APBD Prov, dan APBDes, dalam tahap Bansos Covid-19 Pemprov yang bersumber dana APBD Provinsi memiliki 7.132 KPM dan yang tersalurkan berjumlah 5.563 KPM.
"Sedangkan sisanya yang berjumlah 1.569 KPM tidak tersalurkan dikarenakan bansos ganda dengan bansos lain, tidak
lengkap administrasi, menolak bansos, dan tidak memenuhi kriteria," katanya.
Selain itu, lanjut Wabup, untuk Bansos Covid - 19 Pemprov Kalteng Tahap Il yang berjumlah 4.452 KPM masih dalam proses verifikasi di Pemprov Kalteng.
"Kita berharap agar cepat selesai agar segera disalurkan kepada masyarakat," imbuhnya.
Sementara untuk Bansos PKH, BST dan BPNT atau program sembako yang bersumber dari APBN, sebut Wabup, berjumlah 8383 KPM masih dalam proses penyaluran di bulan Juli ini, yang terakhir adalah bantuan BLT DD yang bersumber dari Dana Desa tertuang dalam APBDes.
"Sebagian besar sudah disalurkan sampai bulan ke 2 di hampir semua desa di Kabupaten Barito Timur," pungkasnya.(zi/jp).










